IPK di Bawah 3, Mahasiswa Penerima Beasiswa Sukoharjo Terancam Gugur
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja pada September 2022 pernah merujuk satu pasien dengan gangguan ginjal akut ke RSUP Dr. Sardjito.
"Kami pernah merujuk satu kasus ke RS Sardjito dibulan September," kata Mohammad Komarudin, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Jogja, kepada Harianjogja.com, Rabu (19/10/2022).
Mohammad Komarudin mengungkapkan gejala awal yang dialami pasien tersebut, mulai dari demam, muntah, diare. Gejala tersebut kata dia mirip dengan gejala penyakit pada umumnya. Namun secara spesifik, gejala lainnya adalah penurunan buang air kecil dan penurunan kesadaran.
Dikatakannya, RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja saat ini telah memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai, berupa ruang perawatan intensif (PICU), dokter spesialis PICU, dan dapat melayani pemeriksaan penunjang, namun menurutnya masih ada kendala dalam penanganan. "Cuma yang jadi masalah kalau harus cuci darah, yang diperlukan dokter sub spesialis ginjal anak," kata dia. Karenanya RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja akhirnya merujuk pasien ke RSUP Dr. Sardjito.
Di tempat lain, dr. Sussy Listiar, Direktur Pelayanan Medis RSKIA Permata Bunda menyampaikan hingga saat ini belum ada pasien anak dengan gangguan ginjal akut di RSKIA Permata Bunda. Meskipun begitu, terus diwaspadai bila ada anak dengan gejala gangguan ginjal akut. "Belum sampai sampai ada yang gangguan ginjal akut, setelah ini walaupun pasien cuma batuk pilek biasa, tetap edukasi orang tua untuk mewaspadai risiko gagal ginjal akut," ujarnya.
BACA JUGA: Kasus Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut di DIY Bertambah Satu Anak
dr. Sussy Listiar menyampaikan akan dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang laboratorium untuk mengindikasi gangguan ginjal akut pada anak melalui pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), fungsi hati (SGOT dan SGPT), pemeriksaan urin lengkap, dan swab antigen atau PCR. "Kalau memang arahnya ke gagal ginjal akut, kami langsung rujuk ke RSUP Dr. Sardjito," kata dr. Sussy Listiar. Bila ada indikasi gagal ginjal akut, hari itu juga dapat langsung dirujuk.
Pemeriksaan untuk mengindikasi gangguan ginjal pada anak yaitu bila anak mengalami pengurangan urin dalam 24 jam, atau tidak ada urin dalam 12 jam. Ukuran urin normal anak berkisar 1-2 cc/kgBB/jam. Sehingga bila berat badan anak 20 kg, maka urine yang keluar adalah 20-40 cc/jam, atau berkisar 480-960 cc/24 jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Pemkab Batang memperluas program seragam gratis ke SD dan SMP swasta. Anggaran Rp3,8 miliar disiapkan untuk menjangkau sekitar 23.000 siswa baru.
Media Vietnam memuji kenaikan ranking FIFA Timnas Indonesia ke posisi 118 dunia. Garuda meraih tambahan 12,25 poin usai mengalahkan Oman dan Mozambik.
Sebanyak 84 siswa-siswi kelas VI SD Negeri Keputran "A" dinyatakan lulus. Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) meraih peringkat terbaik ke-5 se-Kota Yogyakarta.
Harley-Davidson memindahkan produksi mesin Revolution Max ke AS sebagai bagian dari strategi efisiensi, penguatan manufaktur domestik, dan transformasi bisnis.
Pemkab Gunungkidul merencanakan pilihan lurah serentak pada 26 September 2026 di 31 kalurahan. Anggaran Rp2,6 miliar telah disiapkan dalam APBD 2026.