Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Sejumlah pelaku usaha wisata sedang membersihkan sampah di Pantai Parangtritis, Jumat (21/10/2022)/Ist-Dok UPK Parangtritis)
Harianjogja.com, BANTUL- Sekitar 300 orang dari para pelaku usaha jasa pariwisata membersihkan sampah di Pantai Parangtritis, Jumat (21/10/2022) pagi. Dalam bersih-bersih sampah tersebut menghasilkan sebanyak sekitar 8 ton sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Paangtritis, Dinas Pariwisata Bantul, Suranto mengatakan kegiatan bersih-bersih sampaah di Parangtritis merupakan inisiatif dari para pelaku usaha wisata di kawasan Pantai Parangtritis karena melihat banyaknya sampah di bibir pantai. Sampah-sampah tersebut terbawa arus sungai sehingga menumpuk di bibir pantai.
“Beberapa hari terakhir ini kan sungai banjir jadi sempat membawa sampah sampai ke laut dan menumpuk di bibir pantai,” ujar Suranto.
BACA JUGA: Sempat Terhenti karena Kru Tertembak, Produksi Film "Rust" Dilanjutkan Januari 2023
Sebagian besar sampah tersebut adalah pohon bambu, pohon pisang, dan dahan pohon yang terbawa arus sungai dari hulu. Namun ada juga sampah plastik dan bekas minuman kemasan. Dengan melihat banyaknya sampah kemudian muncul ide dari pelaku wisata untuk sama-sama membersihkannya.
“Para pelaku usaha ini menyadari kalau pantainya bersih banyak pengunjung yang datang ke pantai. Kalau banyak pengunjung mereka juga diuntungkan,” katanya. Pelaku wisata yang terlibat di antaranya pedagang di lapak, pelaku usaha kuliner, komunitas ATV, komunitas delman, payung, komunitas jip, dan pelaku usaha asongan.
Mereka sudah tiga kali ikut terlibat dalam membersihkan sampah selama Oktober ini atau sejak masuk musim penghujan dan banyak sampah di bibir pantai. Harapannya kegiatan tersebut terus dilakukan karena petugas kebersihan terbatas sehingga butuh bantuan dari warga maupun paguyuban pegadang yang peduli atas kebersihan pantai.
Selain itu, Suranto juga mengimbau masyarakat di hulu sungai supaya tidak membuang sampah ke sungai karena akan mencemari sungai dan air laut, terlebih sampah-sampah anorganik yang susah terurai sehingga mencemari pantai, “Hari ini tadi bersih-bersih sampah mendapatkan sekitar 8 ton sampah yang langsung di buang ke TPST Piyungan,” tandas Suranto.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi menyambut baik dengan aksi bersih-bersih pantai Parangtritis yang dilakukan paguyuban pegadang. Karena bagaimana pun, kata dia, kebersihan pantai merupakan tanggung jawab semua, bukan hanya petugas kebersihan yang jumlahnya terbatas, “Semoga ini menjadi gerakan rutin yang dilakukan paguyuban pedagang Pantai Parangtritis,” kata Markus.
Sebab, Parangtritis selama ini menjadi andalan atau ikon wisata Bantul. Ketika Parangtritis bersih maka bisa menjaga kunjungan wisatawan untuk datang kembali ke Parangtritis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.