Nama AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Siapa Saja?
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Talkshow Kasus Gagal Ginjal Akut: Waspada Memilih Obat untuk Buah Hati yang diadakan Harian Jogja dan disiarkan lewat Youtube Harian Jogja, Senin (24/10/2022)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Ibu dari bayi di Bantul yang meninggal dunia karena gagal ginjal menceritakan kronologi anaknya jatuh sakit hingga meninggal dunia akibat penyakit yang sampai sekarang masih diselubungi misteri.
Dalam Talkshow Kasus Gagal Ginjal Akut: Waspada Memilih Obat untuk Buah Hati yang diadakan Harian Jogja dan disiarkan lewat Youtube Harian Jogja, Senin (24/10/2022), Yuni W. Anggraeni menceritakan awal mula anaknya sakit hingga meninggal dunia.
Yuni sekeluarga mengalami infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Pada Sabtu, 17 September 2022, Yuni batuk dan pilek yang diawali demam. Keesokan harinya, anaknya yang berusia tujuh bulan mulai terserang demam dan Senin, 19 September 2022 mulai kejang. Anaknya juga diare dan urinenya berkurang. Sepekan kemudian, buah hatinya meninggal dunia.
Saat Yuni jatuh sakit, anaknya terlihat lemas dan sulit tidur.
“Anak saya setelah makan biasanya tidur. Ini agak kesulitan untuk tidur,” kata Yuni.
Malam hari berikutnya anaknya demam, tetapi masih mau makan dan minum meeski buang air kecilnya relatif berkurang.
“Apa yang ia makan, dikeluarkannya hampir seperti itu,” kata Yuni.
Setelah itu, anaknya mulai pucat dan kurang fokus.
“Kami tidak menyangka kalau itu gejala kejang, karena tidak ada riwayat kejang di keluarga kami. Karena ASI sampai Senin masih kurang, saya berinisiatif untuk memberikan susu formula,” ujar Yuni.
Susu formula diberikan Yuni dua kali, pukul 16.00 WIB dan pukul 21.00 WIB. Setelah minum, tiba-tiba anaknya kejang makin parah lalu dibawa ke rumah sakit dan selanjutnya dirujuk ke PKU Muhammadiyah Gamping.
Di sana, anak Yuni diberi obat melalui dubur. Saat itu dokter menyatakan anak Yuni dalam kondisi shock dan kritis. Setelah itu, bayi tujuh bulan itu dialihkan ke instalasi gawat darurat (IGD). Kondisi bayi tersebut makin buruk sehingga dilarikan ke PKU Muhammadiyah Jogja. Di rumah sakit Muhammadiyah, si bayi tak juga membaik dan kemudian dibawa ke RSUP Dr. Sardjito. Di rumah sakit pusat itulah Yuni diberi tahu bahwa anaknya mengalami gagal ginjal akut.
BACA JUGA: Tingkatkan Kewaspadaan Gagal Ginjal Anak, Dinkes Jogja Perketat Pemeriksaan
Yuni mengaku tidak memberikan obat apapun ke anaknya selama demam dan sakit. Namun ia mengonsumsi paracetamol tablet bermerek Sanmol dua kali ketika ia demam. Yuni belum berkonsultasi ke dokter ketika ia mengonsumsi Sanmol dalam kondisi menyusui.
“Karena setahu saya paracetamol tablet aman sesuai dengan dosisnya.”
Dokter RSUP Dr. Sardjito menyebut penyebab gagal ginjal akut yang diderita anak Yuni tak diketahui. Dengan demikian, penyakit itu benar-benar misterius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Jogja Coffee Week #6 digelar 4-6 September 2026 di JEC. Ada kompetisi kopi, business summit, hingga 191 booth dari dalam dan luar negeri. Tiket mulai Rp15.000!
Jangan hanya melihat kamera 50 MP atau layar AMOLED. Simak tips memilih HP mid-range agar tidak salah beli dan sesuai kebutuhan.
Timnas Indonesia U-20 memuncaki klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menang 3-0 atas Laos dan unggul selisih gol dari Australia.
Tanggal 4 September diperingati sebagai Hari Pelanggan Nasional dan Hari Solidaritas Hijab Internasional. Simak sejarah serta makna kedua peringatan tersebut.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja dan seluruh wilayah DIY cerah pada Jumat 4 September 2026. Suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.