Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, BANTUL — Anggaran perawatan early warning system (EWS) tsunami di kawasan pantai selatan Bantul tahun ini ternyata dipangkas hingga Rp75 Juta. Refocusing anggaran pandemi Covid-19 diklaim menjadi alasan pemangkasan itu.
Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan sebelum pandemi, anggaran perawatan dan perbaikan tersebut mencapai Rp150 Juta per tahun. Anggaran tersebut digunakan untuk merawat dan memperbaiki 29 sirine EWS di Seluruh kawasan pantai selatan Bantul.
“Tahun ini tidak ada penambahan sirine. Hanya perawatan dan perbaikan saja dengan anggaran Rp75 Juta. Itu turun karena refocusing anggaran ketika Covid-19 yang sebelumnya Rp150 Juta,” kata Aka, Rabu (26/10/2022).
Dia menjelaskan sirine EWS tsunami di Bantul tersebut telah dipasang sejak 2004 setelah peristiwa tsunami melanda Aceh yang diaktivasi secara lokal. Pada 2008, sirine tersebut dapat terintegrasi menjadi satu sistem hingga sekarang.
“Uji coba yang selalu dilakukan setiap bulan tanggal 26 pukul 10.00. Pengujian itu, selain sebagai pengecekan alat juga sebagai edukasi pada warga sekitar [pantai]. Nah, apabila terdapat sirine yang tidak berfungsi maka teknisi kami langsung memberikan perbaikan,” katanya.
BACA JUGA: Mantap! Warga Bantul Bikin Produk Fesyen dari Sampah Plastik
Ucapnya, Mei menjadi bulan khusus untuk uji coba sirine EWS tsunami yang jatuh setiap tanggal 27. Hal tersebut sekaligus menjadi peringatan gempa Jogja pada 2006.
Aka juga mengatakan pihaknya telah menggelar simulasi bencana tsunami pada awal tahun ini. Simulasi tersebut merupakan simulasi lokal untuk setiap kelurahan tangguh bencana. Katanya, simulasi khusus untuk bencana tsunami akan dilakukan pada 2023. Sebelumnya, simulasi bencana tsunami telah dilakukan pada 2019 dan 2020.
Lebih jauh dia mengatakan bahwa BMKG sedang melakukan pembaruan peta bahaya tsunami. “[Sebelumnya] Radius bahaya tsunami itu sekitar 2,5-3 kilometer dari bibir pantai. Sekarang paling jauh 7,4 kilometer ke utara,” ucapnya.
Dalam upaya mitigasi bencana tsunami, BPBD Bantul telah memetakan empat zona kerawanan yaitu zona merah, oranye, kuning, dan hijau. Merah menjadi zona paling berbahaya sedangkan hijau menjadi zona aman.
Zona merah terhitung dari bibir pantai ke utara sejauh 1,5 kilometer; lalu zona oranye dan kuning, masing-masing, 500 meter hingga satu kilometer ke utara; terakhir zona hijau yang berada di luar zona bahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.
Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.