Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, BANTUL — Anggaran perawatan early warning system (EWS) tsunami di kawasan pantai selatan Bantul tahun ini ternyata dipangkas hingga Rp75 Juta. Refocusing anggaran pandemi Covid-19 diklaim menjadi alasan pemangkasan itu.
Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan sebelum pandemi, anggaran perawatan dan perbaikan tersebut mencapai Rp150 Juta per tahun. Anggaran tersebut digunakan untuk merawat dan memperbaiki 29 sirine EWS di Seluruh kawasan pantai selatan Bantul.
“Tahun ini tidak ada penambahan sirine. Hanya perawatan dan perbaikan saja dengan anggaran Rp75 Juta. Itu turun karena refocusing anggaran ketika Covid-19 yang sebelumnya Rp150 Juta,” kata Aka, Rabu (26/10/2022).
Dia menjelaskan sirine EWS tsunami di Bantul tersebut telah dipasang sejak 2004 setelah peristiwa tsunami melanda Aceh yang diaktivasi secara lokal. Pada 2008, sirine tersebut dapat terintegrasi menjadi satu sistem hingga sekarang.
“Uji coba yang selalu dilakukan setiap bulan tanggal 26 pukul 10.00. Pengujian itu, selain sebagai pengecekan alat juga sebagai edukasi pada warga sekitar [pantai]. Nah, apabila terdapat sirine yang tidak berfungsi maka teknisi kami langsung memberikan perbaikan,” katanya.
BACA JUGA: Mantap! Warga Bantul Bikin Produk Fesyen dari Sampah Plastik
Ucapnya, Mei menjadi bulan khusus untuk uji coba sirine EWS tsunami yang jatuh setiap tanggal 27. Hal tersebut sekaligus menjadi peringatan gempa Jogja pada 2006.
Aka juga mengatakan pihaknya telah menggelar simulasi bencana tsunami pada awal tahun ini. Simulasi tersebut merupakan simulasi lokal untuk setiap kelurahan tangguh bencana. Katanya, simulasi khusus untuk bencana tsunami akan dilakukan pada 2023. Sebelumnya, simulasi bencana tsunami telah dilakukan pada 2019 dan 2020.
Lebih jauh dia mengatakan bahwa BMKG sedang melakukan pembaruan peta bahaya tsunami. “[Sebelumnya] Radius bahaya tsunami itu sekitar 2,5-3 kilometer dari bibir pantai. Sekarang paling jauh 7,4 kilometer ke utara,” ucapnya.
Dalam upaya mitigasi bencana tsunami, BPBD Bantul telah memetakan empat zona kerawanan yaitu zona merah, oranye, kuning, dan hijau. Merah menjadi zona paling berbahaya sedangkan hijau menjadi zona aman.
Zona merah terhitung dari bibir pantai ke utara sejauh 1,5 kilometer; lalu zona oranye dan kuning, masing-masing, 500 meter hingga satu kilometer ke utara; terakhir zona hijau yang berada di luar zona bahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia ke lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan informasi tarif DAMRI dari YIA.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.