Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Redaktur Pelaksana Harian Jogja saat menjadi narasumber dalam Webinar Nasional Praktisi Mengajar di Kampus yang digelar FIS UNY, Kamis (27/10/2022)./Youtube fis_unyofficial
Harianjogja.com, JOGJA - Unit Urusan Internasional dan Kerja Sama (UUIK) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan Kampus Merdeka dan Harian Jogja menggelar Webinar Nasional Praktisi Mengajar di Kampus dengan tema How to Branding Yourself in Digital Era, Branding Impact and Digital Marketing Era 4.0 pada Kamis (27/10/2022).
Dalam webinar yang digelar mulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri sekitar 200 peserta tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Konsultan Komunikasi dan Sosial Media, Rulli Nasrullah, serta Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo.
Dalam paparannya yang bertajuk Optimasi Self Branding Media Sosial, Rulli Nasrullah menilai pada fase ketiga di mana narasi diproduksi oleh warganet, diikuti dengan kecepatan media sosial yang turut memproduksi dan mendistribusi narasi tersebut, seseorang hanya butuh waktu 1,7 detik untuk menentukkan konten apa saja yang akan dikonsumsi mereka. "Hal tersebut lah yang mempengaruhi branding seseorang," kata dia.
BACA JUGA: Kenaikan UMP DIY 2023 Menyesuaikan Inflasi, Bukan Survei KHL
Menurut Rulli Nasrullah, branding sebenarnya berbicara tentang bagaimana seseorang melihat diri sendiri sebagai produk. Dengan begitu, seseorang akan tahu pentingnya representasi yang ingin ditunjukkan.
Rulli juga memaparkan sejumlah tip untuk self branding. Di antaranya adalah dengan mengetahui media sosial yang dikonsumsi, memahami media sosial yang digunakan, serta memiliki brand voice media sosial yang baik.
"Buatlah konten yang dipercaya dan sesuai dengan self branding," ucap dia.
Sementara itu, Nugroho Nurcahyomenyajikan sejumlah data terkait dengan pengguna Internet dan media sosial Indonesia. Dia mengatakan pertumbuhan pengguna Internet dan media sosial di Indonesia sangat pesat setiap tahunnya.
"Sayangnya, hal ini tidak diikuti dengan pertumbuhan indeks literasi digital Indonesia yang masih rendah dengan skor 3.49," kata dia.
Dia juga menyinggung soal pemaksimalan konten di media daring, di antaranya adalah dengan merebut audiens lewat sajian konten yang aktual.
"Atau bisa juga dengan cermat memilih waktu unggahan dengan engagement tinggi serta melibatkan orang yang terkenal," ucap dia.
“Media sosial berbeda dengan dunia nyata yang kita sehari-hari jadi perlu diingat bahwa media sosial itu bisa menjadi dapat merekam jejak semua catatan kita selalu gunakan media sosial untuk hal yang baik bukan sebaliknya agar kedepannya tidak menjadi bumerang bagi kita."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa