Jadwal SIM Keliling Sleman Mei 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 hadir di sejumlah titik, termasuk layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menandatangani kerja sama layanan konsultasi pembangunan aerotropolis dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang di Kepatihan, Jogja, Jumat (28/10/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau Japan International Cooperation Agency (JICA) akan membantu mendesain ulang kawasan aerotropolis di sekeliling Bandara Yogyakarta International Airport atau YIA.
Kepala Perwakilan JICA Indonesia Yasui Takehiro pada Juni 2022 lalu sudah bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang memintanya untuk merevisi atau mendesain ulang kawasan aerotropolis sekitar YIA. Timnya sudah melakukan survei di YIA Kulonprogo dan pada Jumat (2/10/2022) menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Sri Sultan di Kompleks Kepatihan.
“Kami minta gagasan langsung dari Sri Sultan, akan dijadikan seperti apa aerotropolis Kulonprogo ini ke depannya,” ucapnya seusai bertemu Gubernur DIY.
Ia menambahkan dari hasil survei, ada banyak potensi pengembangan untuk mendukungan kawasan aerotropolis, mulai dari pertanian, perikanan, kehutanan hingga keindahan alam di Kulonprogo dan keberadaan kereta api yang menghubungkan antara Kota Jogja dengan YIA.
Dia mencontohkan pertanian di sekitar kawasan aerotropolis sebaiknya diarahkan pada produksi hasil pertanian yang diminati pasar dengan pemasaran berbasis digital. Selain itu, hamparan sawah di sekitar YIA bisa menjadi daya tarik wisata. Ia meyakini jika dikelola dengan baik, sawah di Kulonprogo akan mendatangkan banyak turis.
“Ini potensi luar biasa, sehingga ke depan bisa dikembangkan,” katanya.
Dia mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar aerotropolis.
“Tadi kami menyampaikan sedikit saran dan potensi pengembangan. Tetapi detailnya akan didiskusikan lagi,” katanya.
BACA JUGA: Mulai November, Jam Operasional Bandara YIA Buka Lebih Pagi karena Ada Penerbangan ke Thailand
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan JICA akan membantu mendesain ulang dan menyusun masterplan pengembangan aerotropolis di kawasan YIA Kulonprogo. Jepang juga akan membantu menentukan apakah pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto yang berdekatan dengan YIA akan diteruskan atau tidak.
“Atau malah bergeser fungsi. Pelabuhan tersebut saat ini stagnan dan belum ada kejelasan dilanjutkan atau dihentikan sehingga harus ditinjau ulang. Data tentang Pelabuhan Tanjung Adikarto sudah kami sampaikan kepada Jepang,” ucap Benny.
Selanjutnya, Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo akan membentuk satuan tugas untuk membantu JICA mengkaji rancangan aerotropolis. Kajian JICA harus selesai dalam waktu lima bulan. Hasil kajian itu akan menentukan kapan aerotropolis mulai dibangun dan siapa saja pihak yang akan membangunnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 hadir di sejumlah titik, termasuk layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Penataan sempadan Sungai Lowanu Jogja dipercepat untuk mencegah longsor sekaligus mendukung wisata kuliner yang aman.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.