Prabowo Dampingi Narendra Modi ke Prambanan, Pengamanan Diperketat
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Pandemi Covid-19 belum berakhir, kini malah muncul varian baru XBB. Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama mengatakan varian baru XBB lebih berbahaya karena penularannya lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.
Meski akan terjadi peningkatan kasus namun tidak perlu sampai pembatasan ketat lagi seperti dulu. "Ndak perlu [pembatasan ketat]," ucapnya kepada Harianjogja.com, Minggu (6/11/2022).
Menurutnya vaksin yang ada masih efektif terhadap varian XBB. Sehingga meski terjadi kenaikan kasus harian yang cukup signifikan hospitalisasi atau keadaan yang mengharuskan seseorang tinggal di rumah sakit tidak akan meningkat signifikan.
"Varian baru ini lebih berbahaya karena lebih cepat menular daripada varian sebelumnya. Namun vaksin yang ada masih efektif," tuturnya.
Aktivitas masyarakat saat ini sudah berjalan dengan normal. Tapi protokol kesehatan sudah mulai diabaikan, seperti pemakaian masker di dalam ruangan sudah semakin kendor. Upaya-upaya pencegahan menurutnya masih perlu dilakukan.
Jika sakit jangan masuk ke kantor atau sekolah, istirahat dan makan yang cukup. Lalu apabila muncul gejala seperti sesak segera ke rumah sakit. Bagi yang belum vaksin booster segeralah vaksin booster. Khususnya bagi lansia dan orang dengan komorbid.
"Perlu juga mengingatkan orang-orang di sekitar khususnya dua kelompok itu, yang belum booster untuk segera booster. Memakai masker jika berada dalam ruangan indoor terutama lagi jika padat orang," jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati menyampaikan per 5 November 2022 penambahan kasus baru 44, dan kasus aktif sebanyak 368. Yuli menyebut penambahan kasus dalam beberapa hari ini naik turun.
BACA JUGA: Sampel Autopsi Kakak-Beradik Korban Kanjuruhan Diperiksa Laboratorium Independen
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan yakni menjaga protokol kesehatan, mengedepankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dijalankan, hingga vaksinasi satu dan dua, serta booster.
"[gejala XBB] bisa ringan bisa berat. Ringan bagi yang sudah vaksin sampai dengan booster dan tanpa komorbid. Berat bagi yang belum vaksin sama sekali dan semakin berat jika ada komorbid," kata Yuli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Crystal Lake merilis teaser perdana yang menampilkan Linda Cardellini sebagai Pamela Voorhees. Serial prekuel Friday the 13th mengungkap asal-usul teror.
FIFA setujui Argentina pakai jersey biru lawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Jersey ikonik Maradona 1986 kembali, tuah bersejarah diharapkan terulang.
FIFA dan adidas meluncurkan Trionda Final, bola resmi semifinal hingga final Piala Dunia 2026. Bola berwarna emas-hitam ini dibekali teknologi AI untuk membantu
Mobil bekas Rp70 jutaan masih menawarkan banyak pilihan menarik. Mulai Toyota Agya, Honda Jazz, Avanza hingga Suzuki Swift yang cocok untuk ke
Jadwal 32 besar Japan Open 2026: 8 wakil Indonesia bertanding hari ini. Fajar/Rian, Putri KW, Zaki Ubaidillah, dan lainnya siap tempur. Simak jadwal lengkap.