Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Belum lama ini sebuah video hujan di kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman viral di TikTok. Video yang diunggah akun Fajar Cahaya Surga itu masuk Fyp atau for your page karena menunjukkan hujan yang dianggap tidak biasa.
Hujan yang terlihat dalam video hanya sebagian yakni halaman stadion sisi utara, sementara sisi selatan tersisa rintik-rintik yang hampir reda atau terang. Perbedaan dua wilayah yang hujan dan yang reda sangat terlihat jelas. Hujan yang deras di sisi utara sampai memancarkan warna putih karena saking derasnya hujan yang jatuh di wilayah itu.
Sementara di sisi selatannya, aspal hitam halaman stadion terlihat jelas karena tidak tergenang air hujan. Bagian halaman stadion yang hujan dan yang reda pun seperti dibelah sebuah garis.
"Udane lucu, separo, lor tok, kidul ora. Iki kepiye Sri? Udane kok mung lor stadion ki [Hujannya luxu, separuh, utara saja, selatan tidak. Ini bagaimana Sri? Hujannya kok cuma utara stadion]," kata seseorang yang suaranya muncul dalam video itu.
Baca juga: Rekomendasi Film dan Serial yang Diadaptasi dari Buku, Bisa Ditonton di Netflix
Menanggapi fenomena itu, Romadi selaku Analisis dan Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY menjelaskan bahwa hal itu biasa terjadi dan bukan fenomena yang aneh atau langka. Fenomena itu terjadi karena awan hujan hanya berada di sebagian wilayah saja.
"Kalau dalam video tadi [video di TikTok] ujannya hanya di sebelah utara berarti awannya hanya ada di sebelah utaranya stadion," jelasnya kepada Harianjogja.com, Selasa (8/11/2022).
Hujan bisa berkembang mengikuti arah angin. "Kalau anginnya ke selatan nanti hujannya akan bergerak ke selatan. Namun bisa juga awannya tidak bergerak atau statis di utara stadion, namun hujannya yang terbawa oleh angin. Itu hal yang biasa," kata Romadi.
Hal itu sama dengan saat kita menaiki kendaraan dan melintasi dua wilayah yang berbeda. Wilayah yang satu hujan dan wilayah terdekatnya kering.
Menurut Romadi fenomena hujan di Stadion Maguwoharjo itu bukan termasuk fenomena hujan lokal. "Hujan lokal itu disebabkan karena topografi di suatu wilayah misalnya Sleman Utara banyak bukit sehingga hujan hanya di wilayah itu saja," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.