Plataran Senopati Jogja Jadi Foodcourt, Berdayakan Eks Jukir
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Hujan berintensitas tinggi yang masih mengguyur Kota Jogja dalam beberapa hari terakhir mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mempertimbangkan perpanjangan status siaga bencana hidrometeorologi hingga Maret 2026. Namun, keputusan resmi masih menunggu pembaruan dari BMKG.
Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Jogja, Petrus Singgih Purnomo, menjelaskan bahwa status siaga saat ini berlaku hingga akhir Februari 2026. Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi, peluang perpanjangan status tersebut terbuka lebar.
“Kami masih menunggu update resmi dari BMKG. Kalau sudah keluar, akan kami susun konsep perpanjangan. Rencananya memang akan diperpanjang pada Maret 2026 jika cuaca masih ekstrem,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Ia menyebut hujan lebat yang disertai angin kencang telah memicu sejumlah kejadian, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan atap rumah warga. Dampak tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan masyarakat, sehingga status siaga dinilai masih relevan sebagai langkah antisipatif.
BPBD Kota Jogja, lanjutnya, terus memperkuat kesiapsiagaan. Upaya yang dilakukan antara lain menyebarluaskan informasi prakiraan cuaca harian kepada relawan dan masyarakat, mengecek sistem peringatan dini banjir atau early warning system (EWS) di sungai-sungai besar agar tetap berfungsi optimal, serta berkoordinasi lintas sektor dalam penanganan pohon rawan tumbang. Personel juga disiagakan untuk merespons potensi kejadian kebencanaan.
Petrus mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan selama curah hujan tinggi diperkirakan masih terjadi beberapa hari ke depan.
“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan banjir hingga akhir musim hujan, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada petugas terkait,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq, menyampaikan pihaknya telah melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon di sejumlah titik yang dinilai rawan tumbang. Langkah tersebut dilakukan sebagai pencegahan saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah kota.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan pohon di area publik yang dinilai membahayakan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.