Senam Bersama Ribuan Warga Buka Festival Mustika Rasa di Alkid
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Kustini Sri Purnomo/Istimewa
SLEMAN—Setiap tahun Pemkab Sleman menetapkan 10 proyek strategis nasional dan kebijakan perencanaan pembangunan daerah. Proyek dan kebijakan ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Bumi Sembada.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan penetapan kebijakan dan perencanaan proyek harus didukung dengan data dan potensi wilayah dari lintas sektor. "Informasi geospasial merupakan salah satu dasar perencanaan penting yang dibutuhkan dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di masa depan," katanya, Rabu (2/11/2022).
Sesuai amanat Perpres No.9/2017 tentang Kebijakan Satu Peta, Sleman memanfaatkan informasi geospasial dalam perencanaan pembangunan. Kebijakan ini bertujuan menciptakan satu peta yang akurat dan akuntabel dengan skala yang sama dalam perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, penerbitan izin, konsesi, hak atas tanah dan kebijakan nasional yang berbasis spasial.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sleman telah menata kelembagaan di 2020. Kemudian di 2021, dibentuk Forum Satu Data Kabupaten Sleman yang digawangi oleh Bappeda bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang dan Diskominfo Sleman. "Khususnya dalam upaya mewujudkan kebijakan satu peta dan satu data di Kabupaten Sleman," katanya.
Untuk mendukung pemanfaatan satu data satu peta, Pemkab Sleman menjalin kerja sama dengan Badan Informasi Geospasial, khususnya dalam penyelenggaraan, pengembangan dan pemanfaatan data dan informasi geospasial di Sleman mulai 2022 sampai 2027. Kerja sama juga dilakukan dengan Kantor Pertanahan Sleman untuk mendukung integrasi data pertanahan dengan data perpajakan dan aset. "Kerja sama ini telah berlangsung sejak 2020 hingga 2023, dan telah diterapkan di 29 organisasi perangkat daerah [OPD] di Sleman," katanya.
Pengendalian Pembangunan
Kustini mengatakan pemanfaatan informasi geospasial di Sleman mencakup pemanfaatan informasi geospasial di bidang tata ruang, kependudukan, kebencanaan hingga kesehatan. Informasi ini juga dimanfaatkan untuk mengendalikan pembangunan, mengingat wilayah Sleman menjadi daerah yang bernilai investasi tinggi.
Masyarakat dapat mengakses informasi geospasial melalui geoportal.slemankab.go.id. Saat ini telah tersedia 18 macam data seperti informasi tentang rencana tata ruang wilayah, perizinan, pertanian, pariwisata, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, lokasi, transportasi dan lainnya.
“Ke depan, menu geoportal akan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Peningkatan kualitas data dan pengelolaan simpul jaringan geospasial Sleman sudah terintegrasi dengan simpul jaringan nasional, dan dilakukan untuk mendukung Kabupaten Sleman siap menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kustini.
Berbagai upaya ini mendapat apresiasi dan penghargaan di tingkat nasional. Di 2018, Sleman meraih gelar Bhumandala Kanaka dan Bhumandala Kencana. "Di 2020, Sleman berhasil mempertahankan gelar tersebut. Ke depan, semoga lebih baik lagi. Nah, biar enggak ketinggalan, cek informasi tempat tinggalmu di Geoportal Sleman," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Marc Marquez juara MotoGP Aragon 2026 dan naik ke posisi kedua klasemen. Ia kini hanya tertinggal 20 poin dari Jorge Martin.
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Senin (31/8/2026), setelah membuka muktamar pada Kamis.
DPRD DIY menyoroti perubahan desil DTSEN yang dinilai dapat mengancam bantuan warga miskin dan meminta verifikasi data diperkuat.
PQN Jateng 2026 mencatat 33.087 transaksi QRIS senilai Rp149,78 juta. Edukasi digital menyasar kampus, sekolah hingga transportasi.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.