Daihatsu Perkuat Kedekatan Lewat Kumpul Sahabat Serentak
Daihatsu terus mendekatkan diri kepada seluruh masyarakat di Indonesia melalui semangat campaign “Karena Kamu Ada”.
Acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58 di Pendopo Parasamya, Sabtu (12/11/2022). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat per 1 November 2022 warga Sleman yang sudah terlindungi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 96,45 persen. Diharapkan target 98 persen di 2024 bisa tercapai.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan Universal Health Coverage (UHC) merupakan amanat dari pemerintah pusat. Capaian 96,45% cukup bagus untuk mengejar target capaian di 2024.
"Ini memang amanat dari pusat yang harus capai 98 persen 2024, masyarakat Sleman sudah terlindungi dengan jaminan kesehatan," ucapnya dalam acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58 di Pendopo Parasamya, Sabtu (12/11/2022).
Menurutnya kendala yang paling sulit adalah dalam penjaringan masyarakat yang sesuai kriteria. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan menanggung iuran masyarakat yang sesuai kriteria, seperti masyarakat miskin, lansia, hingga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Oleh karena itu penjaringan dilakukan sampai tingkat kapanewon dan kalurahan. Bersama dengan BPJS Kesehatan sosialisasi gencar dilakukan kepada masyarakat. Melalui langkah ini kepesertaan terdongkrak hingga hampir dua persen.
Lebih lanjut dia mengatakan tidak hanya keluarga miskin dan rentan miskin yang akan dibantu oleh pemerintah, tapi juga keluarga yang pernah jadi anggota BPJS Kesehatan namun nunggak karena usahanya tidak jalan akibat pandemi atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Yang nunggak BPJS karena PHK dan lainnya kalau mau kelas tiga ditanggung pemerintah. Tapi tunggakan dia tetap harus dibayarkan," katanya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan untuk mendongkrak kepesertaan warga Sleman diperlukan kolaborasi semua pihak. Baik dari Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, puskesmas, dan kader-kader di Kabupaten Sleman. Dari jumlah penduduk Sleman 1,08 juta yang ikut BPJS Kesehatan sudah 1,05 juta. Masih ada sekitar 30.000 yang belum ikut BPJS.
"Kita bisa bekerja sama-sama termasuk dengan kader dan puskesmas, kepala puskesmas saya mohon bantuannya untuk ke masyarakat sasarannya dalam rangka mewujudkan UHC 98 persen," paparnya.
Kustini mempersilakan jika ada warga baik lansia, keluarga tidak mampu untuk disisir. Diharapkan Sleman yang sehat nyata bukan hanya slogan. "Dulu kriteria tinggi sekarang sudah diturunkan. Harapan saya semua masyarakat bisa tercover dengan UHC 98 persen," kata Kustini. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daihatsu terus mendekatkan diri kepada seluruh masyarakat di Indonesia melalui semangat campaign “Karena Kamu Ada”.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.