Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo meminta Pemerintah Kabupaten setempat untuk menggenjot kembali vaksinasi seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Kulonprogo.
Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori mengatakan saat ini kasus Covid-19 kembali meningkat bahkan menurut penjelasan epidemiolog bahwa puncak peningkatan kasus Covid-19 akan terjadi pada Desember mendatang.
“Tidak ada cara lain untuk menghalau Covid-19 kecuali dengan menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi, terutama vaksin dosis ketiga atau booster untuk digalakkan kembali,” kata Muhtarom, saat dihubungi Senin (14/11/2022).
Untuk mempercepat vaksinasi terutama vaksin booster, kata Muhtarom, Dinas Kesehatan bisa bekerjasama dengan kalurahan-kalurahan atau bisa juga vaksin jemput bola dengan mendatangi langsung ke dusun-dusun utamanya bagi masyarakat yang rentan seperti lansia dan orang yang berkebutuhan khusus.
Baca juga: Kaesang Pangarep Terbang ke Surabaya, Kopernya Nyasar ke Kualanamu
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengimbau masyarakat agar mau divaksin, karena vaksinasi meski tidak bisa mencegah dari paparan Covid-19 namun bisa mengurangi fatalitas jika terkonfirmasi Covid-19, “Vaksin bisa mengurangi angka kematian dan kesakitan,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kulonprogo capaian vaksinasi untuk dosis pertama 348.118 atau 92,1% dari total sasaran 378.177 orang. Dosisi kedua 317.249 atau 43,9% dari total sasaran 378.177 orang. Sementara dosis ketiga atau booster masih di angka 118.969 atau 31,46% dari total sasaran, dan dosis empat baru menyasar tenaga kesehatan sebanyak 2.652 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kulonprogo, Rina Nuryati mengatakan stok vaksin Covid-19 sempat kosong selama satu pekan. Namun kini sudah mendapatkan kembali dari Dinas Kesehatan DIY sebanyak 223 vial atau per vial sebanyak 10 dosis.
“Namun vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini baru jenis Pfizer,” katanya. Dengan adanya stok vaksin pihaknya kembali melakukan vaksinasi di puskesmas-puskesmas. Selain itu vaksinasi jemput bola juga dilakukan melalui kantor kalurahan-kalurahan.
Terkait vaksin dosis ketiga atau booster yang capainya masih rendah, Rina tidak menampiknya. Menurutnya masyarakat merasa sudah cukup vaksin Covid-19 dosis kedua, sehingga tidak mengakses vasin booster, “Sulit mencari sasaran [vaksin booster],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Bahlil Lahadalia menyebut uji coba teknologi CNG masih berlangsung pada tahap ketiga. Hasilnya ditargetkan diumumkan pada Juli 2026.
Prabowo menunjuk Danantara mengimplementasikan perdagangan listrik RI-Singapura yang ditargetkan mencapai kapasitas 3,4 gigawatt pada 2035.
Polisi menangkap TW, terduga pelaku pencurian yang mengaku beraksi di 22 TKP di Soloraya. Kasus masih terus dikembangkan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 mencapai 86%. Pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran rigid pavement di atas ring road utara Sleman.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar AS. Pasar menanti data cadangan devisa dan mencermati sentimen global serta Fitch Ratings.