Lautaro Martinez Bawa Inter Milan Comeback 3-2 atas Napoli
Inter Milan bangkit dari ketertinggalan dua gol dan menang 3-2 atas Napoli berkat dua gol Lautaro Martinez.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus Covid-19 DIY terus meningkat jelang libur akhir tahun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Belum ada rencana untuk memperketat aktivitas masyarakat saat libur Nataru.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan adanya peningkatan kasus Covid-19 jelang Nataru ini, kebijakan DIY sepenuhnya menyesuaikan dengan Pemerintah Pusat. Pekan lalu pusat telah menetapkan DIY berada di PPKM Level 1 yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Instruksi Gubernur pemberlakukan PPKM Level. Sultan menyatakan dalam regulasi tersebut memang tidak ada pengetatan.
“Kami tidak bisa bertentangan dengan Pusat, tiga hari lalu kami menandatangani memang tidak ada sesuatu secara strategis tidak boleh memperketat ini. Saat ini rata-rata mayoritas OTG [tanpa gejala] tiga sampai empat hari biasanya sembuh,” katanya di Kompleks Kepatihan, Selasa (15/11/2022).
BACA JUGA: 12 Tahun Tak Digunakan, Eks Bioskop Permata Jogja jadi Tempat Pemutaran FFD 2022
Sebagaimana diketahui sejumlah aturan PPKM Level 1 nyaris seperti saat situasi normal. Sebagian besar pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan hingga aktivitas ekonomi dengan kuota 100%. Akan tetapi tidak boleh melebih dari kuota tersebut.
Sekjen Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa menyatakan secara garis besar Pemerintah Pusat terus memonitor perkembangan kasus Covid-19 di berbagai kota di Indonesia. Kondisi saat ini akan menjadi evaluasi ke depan untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya. Akan tetapi pemerintah mendorong masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan serta menjaga pola hidup bersih dan sehat. “Serta memaksimalkan imunisasi termasuk booster. Sehingga imun dapat tercipta,” katanya di sela-sela menghadiri Hari Kesehatan Nasional di Kepatihan.
Terkait masa transisi dari pandemi menuju endemi, lanjutnya, pemerintah masih melihat dari berbagai sisi terutama vaksinasi. Hingga saat ini total sudah ada 440 juta dosis vaksinasi yang telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia dengan rata-rata dosis pertama dan kedua. Sedangkan untuk booster baru sekitar 30%.
“Prokes sudah menjalankan lebih baik, bagaimana menjaga diri sendiri, kalau sakit ya isolasi mandiri, kesadaran diri yang harus dibangun,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inter Milan bangkit dari ketertinggalan dua gol dan menang 3-2 atas Napoli berkat dua gol Lautaro Martinez.
Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang.
Harta Wali Kota Solo Respati Ardi naik dari sekitar Rp2,02 miliar pada 2024 menjadi Rp8,04 miliar pada LHKPN 2025.
Pieter Huistra percaya diri lini depan PSS Sleman lebih bagus dari Madura United dengan mengandalkan Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.