Advertisement

12 Tahun Tak Digunakan, Eks Bioskop Permata Jogja jadi Tempat Pemutaran FFD 2022

Triyo Handoko
Selasa, 15 November 2022 - 17:27 WIB
Bhekti Suryani
12 Tahun Tak Digunakan, Eks Bioskop Permata Jogja jadi Tempat Pemutaran FFD 2022 Suasana gedung ex Bioskop Permata yang disulap untuk pemutaran film FFD 2022. Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Festival Film Dokumenter (FFD) kembali hadir tahun ini setelah dua tahun terakhir hadir secara virtual dengan memanfaatkan eks Bioskop Permata sebagai tempat pemutaran film. Berlangsung selama 15-19 November, FFD akan menayangkan 57 film dokumenter dari 18 negara.

Sebelumnya, Bioskop Permata sudah dinyatakan tutup pada 1 Agustus 2010. Pemanfaatan eks Bioskop Permata oleh FFD menambah ruang putar alternatif untuk menayangkan berbagai film.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pemanfaatan tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Perwakilan Kemendikbudristek, Edi Suwandi menjelaskan usaha FFD yang terus bertahan sebagai ruang eksibisi dan apresiasi film-film dokumenter patut dipertahankan.

“Kemendikbudristek mengapresiasi kegiatan ini, bahkan dari dua tahun yang lalu kami sudah hadir di sini, sekaligus mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan festival ini terus berlanjut dan meningkat kualitas dan kuantitasnya,” kata Edi saat sambutan, Senin malam (14/11/2022).

Pemanfaatan kembali gedung eks Bioskop Permata, jelas Edi, cara kreatif untuk terus membuka ruang putar alternatif. “Memanfaatkan bioskop lama ini untuk bisa berkarya dan ini menunjukkan bahwa perbioskopan kita, khususnya di Jogja Ini, mulai sudah bangkit kembali. Mudah-mudahan ini menunjukkan perbangkitan perfilman di Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA: Sri Mulyani Bisa Himpun Duit Rp62 Triliun untuk Suntik Mati PLTU

Direktur FFD Kurnia Yudha menjelaskan umur festival yang dikelolanya sudah 21 tahun. “Bukan usia yang pendek lagi FFD ini, sehingga dalam perjalannya selalu ada refleksi agar terus mendukung ekosistem perfilman, khususnya dokumenter,” katanya.

Semangat eksperimentasi dan upaya mengaktivasi ruang, jelas Yudha, dapat menjadi inspirasi bagi semua pelaku perfilman, khususnya dokumenter. “Harapanya ada kesinambungan dalam pemanfaatan gedung eks Bioskop Permata ini,” ujarnya.

Advertisement

Yudha menjelaskan seluruh penyelenggaraan FFD tak dipungut biaya. “Selain pemutaran film, ada talkshow yang membahas isu film dokumenter kontemporer, dan semuanya gratis dan terbuka untuk umum,” jelasnya.

Program film FFD tahun ini terdiri dari dua jenis, yakni Program Kompetisi dan Program Non-Kompetisi. Berbagai genre film dokumenter dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement