Sertifikasi CPLA Jadi Nilai Tambah Pencari Kerja
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Warga Kampung Karnaganyar, Kelurahan Brontokusuman bergotongroyong membersihkan Sungai Code di kawasannya, Kamis (17/11/2022)./Harian Jogja
JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY bersama warga Kelurahan Brontokusuman membersihkan Kali Code, Kamis (17/11/2022). Bersih-bersih sungai tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah.
Diikuti 30 warga Kampung Karanganyar, Kelurahan Brontokusuman, kegiatan bersih sungai berhasil mengumpulkan sepuluh karung berisi sampah anorganik yang mengotori Sungai Code. Kebanyakan sampah berjenis plastik dan berpotensi memperburuk keadaan sungai hingga menyebabkan luapan aliran sungai.
Pegiat Persampahan JPSM Kota Jogja Siti Rojanah menjelaskan pemilahan sampah menjadi dasar penanganan sampah di Jogja. “Tanpa dipiliah sejak awal, susah mengelolanya, karena beda jenis sampah beda pengelolaannya,” ujar dia, Kamis pagi.
Rojanah menyebut tidak dipilahnya sampah menyebabkan penanganan sampah jadi buruk. “Kalau tidak dipilah bisa berakhir di sungai, tentu itu tidak baik makanya kami giatkan pemilahan sampah di masyarakat terutama yang berada di sekitar sungai,” ujarnya.
Meskipun tampak sepele, jelas Rojanah, pemilahan sampah berperan besar untuk mengatasi masalah yang ada. “Kalau dipilahkan bisa meningkatkan nilai jual sampahnya juga, ini sepele tapi penting jadi harus dibudayakan dari sekarang,” tegasnya.
Ketua Kampung Karanganyar Catur Baktiadi menyebut kegiatan bersih Sungai Code di wilayahnya rutin dilakukan sebelumnya. “Kami rutin bersih-bersih minimal setiap tiga bulan sekali,” katanya.
Kegiatan bersih Sungai Code, lanjut Catur, diinisiasi oleh warga sendiri. “Kebanyakan sampah di sungai ini juga dari luar, bukan warga yang membuangnya ke sini, kebawa arus jadi ke sini,” jelasnya.
Catur menjelaskan warga mulai sadar untuk belajar mengelola sampah dengan lebih baik. “Kami juga ada bank sampah, pemilahan sampah juga sudah kami lakukan sebelumnya, tapi memang perlu dibudayakan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.