Jadwal Terbaru SIM Keliling Gunungkidul Mulai 1 Juli 2026, Cek Lokasi
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 1 Juli 2026 lengkap dengan lokasi layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta jadwal Satpas Polres Gunungkidul.
Pengerjaan konstruksi jalan tol Jogja-Bawen di wilayah Seyegan dan Tempel, Senin (19/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA — Terkait dengan adanya lahan yang belum diketahui pemiliknya, tim persiapan pembebasan lahan berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan terdampak tol Jogja-YIA untuk melacak asal usul keberadaan tanah yang belum terungkap pemiliknya. Caranya dengan mengumumkan di kelurahan lebih dahulu sampai dengan berakhirnya konsultasi publik.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno menyatakan apabila sampai akhir pelaksanaan konsultasi publik tersebut, kata Krido, belum masih belum diketahui pemiliknya, maka akan ada perlakuan khusus dalam penanganannya yang nanti akan dipegang oleh tim pengadaan tanah, salah hal ini BPN.
Akan tetapi Krido masih berharap bahwa pemilik lahan tersebut berada di luar daerah dan saat ini tidak mengetahui adanya proyek pembebasan lahan.
“Bisa jadi pemiliknya di luar daerah dan tidak tahu kalau ada kegiatan seperti itu, sementara data pendukung di kelurahan terbtaas karena mungkin identitasnya tidak ada di kelurahan. Itulah memang persoalan tanah itu harus hati-hati,” katanya, Minggu (20/11/2022).
BACA JUGA: Ganjar & Istri Lari Keliling Jogja Beri Dukungan Bagi Penderita Kanker
Dia menegaskan sosialisasi pembebasan lahan tol Jogja-YIA ditargetkan rampung pada November 2022 ini terutama untuk Kulonprogo, kemudian pada Desember mendatang dilakukan pada Bantul dan Sleman.
Tim terus mengebut pelaksanaan seiring dengan target yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. “Kami kejar tayang, apalagi target pusat harus sudah jadi, ada keterkaitan dengan kesiapan tim persiapan,” katanya.
Sebelumnya Krido menyatakan timnya menemukan adanya beberapa lahan terdampak pembangunan tol Jogja-YIA yang belum diketahui pemiliknya. Kondisi ini akan menjadi tugas bagi tim persiapan pembebasan lahan, dalam hal ini Pemda DIY bersama kabupaten untuk menyisir kembali hingga level kelurahan pedukuhan guna mencari identitas pemilik lahan.
Mengingat terkait kejelasan identitas pemilik lahan terdampak tersebut akan dijadikan sebagai bahan konsultasi publik yang akan digelar pada Desember 2022 mendatang.
“Ada beberapa hal yang ditemukan di antaranya ternyata banyak tidak diketahui pemilik lahannya, dengan adanya beberapa yang lahan sawah tidak diketahui itulah menjadi tugas tim persiapan untuk menyisir kembali,” katanya.
Krido mengatakan sampai saat ini jumlah lahan terdampak yang belum diketahui pemiliknya tersebut ada tujuh bidang. Meski jumlahnya hanya tujuh, akan tetapi yang perlu diantisipasi selanjutnya terkait kerawanan sosial. Karena bisa jadi ada pihak-pihak tertentu yang tiba-tiba mengaku menjadi pemilik.
Dia enggan menjelaskan detail lokasinya, tetapi dari tujuh bidang itu tersebar di sepanjang trase jalan tol Jogja-YIA dari Sleman hingga Kulonprogo.
“Kami melihat bukan dari banyak atau sedikitnya bidang [yang belum diketahui pemilknya] itu meski pun hanya tujuh [bidang], tetapi ke lebih ke kerawanan sosial. Kami khawatir ada yang ngaku-ngaku misalnya, inilah yang berusaha kami selesaikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 1 Juli 2026 lengkap dengan lokasi layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta jadwal Satpas Polres Gunungkidul.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.