6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengimbau para guru berbagai jenjang pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memasukkan nilai-nilai moderasi beragama dalam materi pelajaran untuk mencegah bibit radikalisme di sekolah.
"Kami mendorong bapak, ibu guru dari berbagai macam tingkat pendidikan mengembangkan strategi pembelajaran dengan memasukkan nilai-nilai moderasi beragama," kata Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Kolonel Czi Rahmad Suhendro di Yogyakarta, Rabu (23/11/2022).
Rahmad mengatakan hal itu saat membuka acara "Internalisasi Nilai-nilai Agama, Sosial, Ekonomi, Budaya melalui Training Of Trainer menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama" di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta, Rabu.
Menurut Rahmad, nilai-nilai moderasi beragama yang dapat disisipkan dalam materi pelajaran meliputi toleransi, semangat kebangsaan, saling menghormati, dan menghargai keragaman atau kebinekaan.
Sebagai lembaga negara yang mendapat mandat untuk menanggulangi terorisme, BNPT selama ini berusaha keras tidak hanya melalui penindakan tegas namun juga menggelar program-program dengan pendekatan bersifat lunak.
Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk penanggulangan terorisme secara lunak dengan melibatkan berbagai komponen bangsa, khususnya melalui partisipasi aktif pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
BACA JUGA: Bocah 4 Tahun Korban Gempa Cianjur Selamat Setelah Tertimbun 3 Hari
"BNPT yakin bahwa dalam konteks pencegahan radikalisme dan terorisme, pendekatan lunak adalah pilihan yang paling tepat. Kami tentunya sangat ingin mencegah paham radikal dan terorisme tanpa harus menimbulkan dendam berkepanjangan," jelas Rahmad.
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY Bambang Wisnu Handoyo mengatakan kegiatan training of trainer itu diikuti sebanyak 100 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, SMP, hingga SMA.
Bambang berharap para pendidik mampu melakukan pelatihan serupa dalam menepis bibit radikalisme di lembaga pendidikan, khususnya di Yogyakarta.
"Paling sederhana menangkal intoleransi sama radikalisme. Kami butuh itu. Misalnya, jangan sampai ada sekolah yang untuk menjadi ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) harus muslim," katanya.
Selain mampu mengajarkan nilai moderasi beragama, Bambang berharap para guru memberikan contoh melalui sikap dan perilaku yang moderat di hadapan siswa.
"Kadang-kadang, tanpa sengaja intoleransi diciptakan oleh kelompok-kelompok elit sendiri. Misalnya, guru-guru yang tidak sengaja melakukan hal yang intoleran, mereka lupa kalau murid itu mengawasi," ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.