Daftar Rute Trans Jogja 2026 Terbaru, Lengkap dengan Tarif Murah
Cek rute Trans Jogja terbaru 2026 lengkap dengan tarif murah. Akses makin luas dari pusat kota hingga pinggiran.
Ilustrasi Pancasila/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Sebagai upaya menangkal paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila tersebut, Gerakan Sigap Sosial Kemanusiaan (GASSAK) menggelar diskusi kebhinekaan sekaligus deklarasi pernyataan sikap "Menolak Segala Bentuk Radikalisme Intoleran dan Terorisme di DIY".
Ketua GASSAK, Zan Yuri Faton mengatakan gerakan radikalisme intoleran bahkan terorisme rentan muncul di tengah masyarakat, tak terkecuali di Gunungkidul. Sudah beberapa kali ada warga yang terindikasi terlibat dalam gerakan radikal intoleran. Indikasi itu, katanya, sudah jelas dan diketahui pemerintah dan kepolisian.
"Misalnya ada yang menentang budaya dan tradisi atau kearifan lokal dengan menyebutnya sebai sirik. Selalu memaksakan agama, kepercayaan atau keyakinannya yang dianggap paling benar dan mudah menuding orang lain sebagai kafir atau sesat,” ungkap Faton melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (21/7/2022).
Untuk mengantisipasi berkembangnya paham radikal intoleran dan terorisme pihaknya menggelar diskusi bertema “Merawat dan Melestarikan Budaya serta Kearifan Lokal dalam Rangka Menangkal Radikalisme untuk Menjaga Kondusifitas Kabupaten Gunungkidul.”
Baca juga: Begini Cara DIY Cegah Tumbuhnya Ideologi Anti Pancasila
Diskusi diikuti 50 tokoh dari sembilan organisasi Masyarakat (Ormas) di Gunungkidul dan dihadiri sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Polres Gunungkidul, Kodim 0730/Gunungkidul, dan Majelis Ulama Iindonesia (MUI) Gunungkidul.
Ia menjelaskan, Gunungkidul merupakan kabupaten di DIY yang masih kental dengan budaya dan kearifan lokalnya. Masyarakat Gunungkidul, lanjutnya, masih menjaga budaya gotong-royong, guyub rukun dan saling peduli dengan tetap memegang tradisi leluhur.
"Namun, paham radikali intoleran mencoba mengikis budaya serta kearifan lokal di Gunungkidul. Itu jelas membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, bertentangan dengan nilai sosial dan mencederai kemanusiaan secara universal," tandas Faton.
GASSAK, lanjutnya, akan terus bergerak mengedukasi dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal, serta kegiatan kemanusiaan. Kami akan mengajak masyarakat untuk melawan dan menolak segala bentuk radikalisme intoleran serta terorisme demi terjaganya suasana yang kondusif di Kabupaten Gunungkidul.
Ketua Aliansi Bela Garuda (ABG), Totok Ispurwanto selaku pemantik diskusi dalam pemaparannya mengatakan, istilah radikal atau radikalisme sebenarnya tidak harus dianggap stigma negatif. "Orang beragama itu juga bisa disebut radikal. Jadi bukan radikalismenya yang menjadi persoalan, tapi intoleransinya. Sebab intoleransi sangat membahayakan bangsa Indonesia yang berbhinneka tunggal ika," ujarnya.
Budaya Asing
Menurut Totok, radikalisme intoleran adalah budaya asing yang menyasar budaya dan kearifan lokal untuk dihancurkan. Jika sudah bisa menghilangkan budaya, kata dia, lama-lama akan merubah ideologi hingga mengganti sistem pemerintahan. "Jadi memang radikalisme intoleran itu harus dilawan dengan budaya. Budaya dilawan dengan budaya," imbuhnya.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan Pemkab Gunungkidul mengapresiasi GASSAK yang berkontribusi dalam menangkal radikalisme dengan nilai budaya dan kearifan lokal Gunungkidul, serta aktif dalam gerakan kemanusiaan.
Dalam kesempatan yang sama Kasat Binmas Polres Gunungkidul, AKP Mujiman berharap GASSAK bisa membantu tugas-tugas kepolisian tak hanya untuk membendung radikalisme intoleran dan terorisme, tapi juga dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) lainnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Saban Nuroni mengatakan, tema diskusi yang diangkat GASSAK selaras dengan program Kemenag yaitu moderasi beragama. Menurutnya agama tidak mengajarkan kekerasan, sehingga radikalisme intoleran yang mengarah kepada terorisme bertentangan dengan nilai-nilai agama, khususnya agama Islam.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek rute Trans Jogja terbaru 2026 lengkap dengan tarif murah. Akses makin luas dari pusat kota hingga pinggiran.
Paniki khas Minahasa masuk daftar makanan terburuk dunia 2026 versi TasteAtlas dengan skor 2,2 di peringkat 24.
Temukan 8 arti mimpi masuk hutan: dari pencarian jati diri, hadapi tantangan, hingga simbol pertumbuhan pribadi. Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Tunisia tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-4 dari Jepang. Ali Abdi menangis dan mengkritik persiapan tim serta federasi.