Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Ilustrasi Pancasila/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Sebagai upaya menangkal paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila tersebut, Gerakan Sigap Sosial Kemanusiaan (GASSAK) menggelar diskusi kebhinekaan sekaligus deklarasi pernyataan sikap "Menolak Segala Bentuk Radikalisme Intoleran dan Terorisme di DIY".
Ketua GASSAK, Zan Yuri Faton mengatakan gerakan radikalisme intoleran bahkan terorisme rentan muncul di tengah masyarakat, tak terkecuali di Gunungkidul. Sudah beberapa kali ada warga yang terindikasi terlibat dalam gerakan radikal intoleran. Indikasi itu, katanya, sudah jelas dan diketahui pemerintah dan kepolisian.
"Misalnya ada yang menentang budaya dan tradisi atau kearifan lokal dengan menyebutnya sebai sirik. Selalu memaksakan agama, kepercayaan atau keyakinannya yang dianggap paling benar dan mudah menuding orang lain sebagai kafir atau sesat,” ungkap Faton melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (21/7/2022).
Untuk mengantisipasi berkembangnya paham radikal intoleran dan terorisme pihaknya menggelar diskusi bertema “Merawat dan Melestarikan Budaya serta Kearifan Lokal dalam Rangka Menangkal Radikalisme untuk Menjaga Kondusifitas Kabupaten Gunungkidul.”
Baca juga: Begini Cara DIY Cegah Tumbuhnya Ideologi Anti Pancasila
Diskusi diikuti 50 tokoh dari sembilan organisasi Masyarakat (Ormas) di Gunungkidul dan dihadiri sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Polres Gunungkidul, Kodim 0730/Gunungkidul, dan Majelis Ulama Iindonesia (MUI) Gunungkidul.
Ia menjelaskan, Gunungkidul merupakan kabupaten di DIY yang masih kental dengan budaya dan kearifan lokalnya. Masyarakat Gunungkidul, lanjutnya, masih menjaga budaya gotong-royong, guyub rukun dan saling peduli dengan tetap memegang tradisi leluhur.
"Namun, paham radikali intoleran mencoba mengikis budaya serta kearifan lokal di Gunungkidul. Itu jelas membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, bertentangan dengan nilai sosial dan mencederai kemanusiaan secara universal," tandas Faton.
GASSAK, lanjutnya, akan terus bergerak mengedukasi dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal, serta kegiatan kemanusiaan. Kami akan mengajak masyarakat untuk melawan dan menolak segala bentuk radikalisme intoleran serta terorisme demi terjaganya suasana yang kondusif di Kabupaten Gunungkidul.
Ketua Aliansi Bela Garuda (ABG), Totok Ispurwanto selaku pemantik diskusi dalam pemaparannya mengatakan, istilah radikal atau radikalisme sebenarnya tidak harus dianggap stigma negatif. "Orang beragama itu juga bisa disebut radikal. Jadi bukan radikalismenya yang menjadi persoalan, tapi intoleransinya. Sebab intoleransi sangat membahayakan bangsa Indonesia yang berbhinneka tunggal ika," ujarnya.
Budaya Asing
Menurut Totok, radikalisme intoleran adalah budaya asing yang menyasar budaya dan kearifan lokal untuk dihancurkan. Jika sudah bisa menghilangkan budaya, kata dia, lama-lama akan merubah ideologi hingga mengganti sistem pemerintahan. "Jadi memang radikalisme intoleran itu harus dilawan dengan budaya. Budaya dilawan dengan budaya," imbuhnya.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan Pemkab Gunungkidul mengapresiasi GASSAK yang berkontribusi dalam menangkal radikalisme dengan nilai budaya dan kearifan lokal Gunungkidul, serta aktif dalam gerakan kemanusiaan.
Dalam kesempatan yang sama Kasat Binmas Polres Gunungkidul, AKP Mujiman berharap GASSAK bisa membantu tugas-tugas kepolisian tak hanya untuk membendung radikalisme intoleran dan terorisme, tapi juga dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) lainnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Saban Nuroni mengatakan, tema diskusi yang diangkat GASSAK selaras dengan program Kemenag yaitu moderasi beragama. Menurutnya agama tidak mengajarkan kekerasan, sehingga radikalisme intoleran yang mengarah kepada terorisme bertentangan dengan nilai-nilai agama, khususnya agama Islam.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
ARTJOG 2026 menampilkan instalasi Putud Utama dan Rara Kuastra yang mengangkat jejak leluhur Suku Kaili serta sejarah Sulawesi Tengah.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Sabtu.
Timnas Indonesia naik ke posisi kedua klasemen Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Timor Leste 3-0. Simak klasemen lengkapnya.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.