DPRD Sleman Pelajari Pola Kemitraan Media di Surabaya
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Sejumlah mahasiswa UGM mengikuti bedah buku Pancasila: Eksistensi dan Aktualisasi, di Pendapa Kridha Manunggal Budaya, Kamis (24/11/2022)/Harian Jogja
SLEMAN—Bangsa Indonesia, termasuk mahasiswa, harus memahami dengan baik nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dalam upaya menjaga eksistensi dan aktualisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Hal ini menjadi pesan dalam buku Pancasila: Eksistensi dan Aktualisasi karya Hernadi Affandi, yang diterbitkan oleh Penerbit Andi, 2020. Buku ini dibedah oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY dan sejumlah civitas academica UGM di Pendapa Kridha Manunggal Budaya, Kamis (24/11/2022).
Dalam buku ini, Hernadi membahas mulai dari Pancasila sebagai mata kuliah dalam kurikulum pendidikan tinggi, sejarah perumusan pancasila, eksistensi pancasila sebagai dasar negara, aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat modern, implementasi demokrasi Pancasila dalam penyelenggaraan negara hingga hak asasi manusia dalam perspektif Pancasila.
"Penggunaan Pancasila sebagai dasar negara sudah tepat, sehingga tidak mendirikan negara agama atau negara berdasarkan agama tertentu. Pancasila akan menaungi seluruh kepentingan masyarakat yang berbeda-beda dalam bingkai NKRI," tulisnya.
Buku ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia dalam membumikan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Rita Nurmasturi, yang hadir dalam bedah buku ini, mengungkapkan sangat senang melihat mahasiswa masih ingin belajar Pancasila, bagaimana menjaganya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. "Terutama di saat banyak pengaruh yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Saya bangga dan senang. Bagaimana kita mengamalkan pancasila dengan sesungguhnya. Mulai dari diri kita," kata dia.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Totok Hedi Santosa, mengatakan pancasila merupakan kesepakatan bangsa yang pada masa kemerdekaan terdiri dari tiga golongan, yakni nasionalis, agamis dan marxis. "Baik Islam, nasionalis dan marxis, sama-sama berjuang untuk memerdekakan Indonesia. Dialektika ketiganya itu menjadi apa yang disebut Pancasila," kata dia.
Hingga saat ini Pancasila masih relevan untuk mengakomodasi seluruh ideologi atau pandangan masyarakat Indonesia. Maka diperlukan upaya untuk menjaga dan memgaktualisasikannya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.