Era Society 5.0, Kampus Dituntut Cetak SDM Adaptif
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Suasana TPR Parangtritis, Rabu (4/5/2022) siang./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY akan menyiapkan konsep retribusi wisata terintegrasi. Sistem ini untuk mencegah terjadinya retribusi berulang demi memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan ke depan perlu ada perencanaan supaya setiap satu objek wisata tidak terkena berbagai macam retribusi, sehingga kabupaten dan kota diminta agar saling terintegrasi. Ia mencontohkan suatu destinasi wisata yang berada di perbatasan agar tidak disertai dengan retribusi yang kecil-kecil akan tetapi dapat dijadikan satu retribusi saja.
BACA JUGA: Rekomendasi Wisata Malam di Jogja
Menurutnya saat ini di DIY masih banyak ditemukan objek wisata yang ditarik retribusi di beberapa titik, ada yang berada di jalan kabupaten dan di jalan desa atau bahkan di jalan nasional. Sistem retribusi terintegrasi ini sebagai bentuk jaminan terhadap wisatawan bahwa ketika datang ke suatu objek wisata cukup satu retribusi.
"Ini kami upayakan diintegrasikan agar retribusi cuma satu demi kepentingan bersama harus dijaga kerja sama antara desa dan kabupaten atau antar kabupaten kota misalnya objek wisata itu jangan sampai ada retribusi berulangkali kali," katanya, Kami (1/12/2022).
Ia menilai untuk mengkoordinasikan itu tidak hanya butuh kerja sama lintas sektor namun juga level pemerintah antara kabupaten. "Kita pernah ada juga yang Gua Cerme itu kan objek wisatanya dan akses jalannya berbeda wilayah, ini kalau tidak ada kerja sama integrasi kan jadi dua pungutan," ucapnya.
Ia menyatakan untuk mendukung pengembangan ekonomi 2023, Pemda DIY akan mendayagunakan sektor pariwisata yang saat ini sudah mulai pulih setelah pandemi. Melalui pengelolaan tersebut harapannya dapat meningkatkan sektor ekonomi masyarakat di level bawah seperti banyaknya UMKM yang ikut terkena dampak positif dari membanjirnya wisatawan. Berbagai antisipasi dan program penanganan infrastruktur dilakukan untuk mendukung kelancaran pariwisata DIY.
"Salah satunya terkait longsor di jalur Piyungan, ini juga kami pikirkan bagaimana akses menuju Gunungkidul ini ke depan menjadi lebih lancar. Artinya kami kan perlu mengkoordinasikan antara Gunungkidul dengan Bantul atau Gunungkidul dengan Sleman dan pusat. Jangan sampai pariwisata Gunungkidul ini berhenti misalnya karena terkendala itu," katanya.
BACA JUGA: Ini Empat Objek Wisata Gratis di Jogja
Selain pariwisata, DIY juga memaksimalkan sektor anggaran pemerintah melalui belanja daerah dengan penggunaan produk dalam negeri. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) didorong agar membelanjakan penggunaan APBD lewat program dan pengadaan barang produk dalam negeri.
Sektor pendidikan juga perlu dikoordinasikan untuk dapat memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi DIY. Kondisi Covid-19 yang sudah mulai landai, diharapkan membuat mahasiswa semakin banyak yang datang untuk melakukan kuliah tatap muka. "Semua harus digerakkan untuk dapat mencapai laju pertumbuhan ekonomi yang diharapkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.