Era Society 5.0, Kampus Dituntut Cetak SDM Adaptif

Sunartono
Sunartono Sabtu, 16 Mei 2026 15:47 WIB
Era Society 5.0, Kampus Dituntut Cetak SDM Adaptif

Pidato Milad ke-45 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang digelar di UMY Student Dormitory, Bantul, Sabtu (16/5/2026). /Istimewa-UMY.

Harianjogja.com, BANTUL—Perkembangan teknologi digital yang bergerak sangat cepat membuat perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya fokus pada capaian akademik mahasiswa. Kampus kini dituntut mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, berkarakter kuat, serta memiliki jiwa kewirausahaan untuk menghadapi tantangan era Society 5.0.

Transformasi peran pendidikan tinggi tersebut menjadi sorotan dalam Pidato Milad ke-45 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang digelar di UMY Student Dormitory, Bantul, Sabtu (16/5/2026). Alumni UMY Andi Nusawarta menilai perguruan tinggi harus bergerak cepat menyesuaikan diri dengan perubahan global berbasis teknologi.

Menurut dr. Andi, dunia saat ini telah memasuki fase Society 5.0, yakni era ketika teknologi modern terintegrasi dengan kehidupan manusia dalam hampir seluruh aspek kehidupan. Perubahan tersebut ditandai dengan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), Big Data, robotik, blockchain, hingga cloud computing.

Kendati teknologi berkembang semakin canggih, ia menegaskan bahwa manusia tetap menjadi pusat utama dalam peradaban Society 5.0 karena teknologi sejatinya dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Di era Society 5.0 ini teknologi dan manusia bekerja bersama untuk menciptakan masyarakat yang maju, cerdas, beradab, dan sejahtera. Karena itu, kunci sukses di era ini bukan hanya pintar teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter, inovatif, adaptif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Andi sebagaimana dirilis UMY.

Ia menjelaskan, kemajuan teknologi tidak semestinya dipandang sebagai ancaman yang akan menggantikan seluruh peran manusia. Sebaliknya, perkembangan digital harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan efisiensi dalam berbagai sektor kehidupan.

Menurutnya, kolaborasi antara kemampuan manusia dan teknologi canggih akan membuka peluang besar dalam penyelesaian berbagai persoalan kompleks, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Teknologi bukan menggantikan manusia, tetapi membantu manusia menjadi lebih produktif, kreatif, sehat, dan sejahtera. Bahkan saat ini sudah mulai dicoba operasi jarak jauh, di mana dokter dan pasien berada di negara yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa teknologi berkembang sangat cepat dan harus disikapi dengan kesiapan sumber daya manusia yang baik,” katanya.

Kampus Harus Perkuat Budaya Inovasi dan Wirausaha

Melihat perubahan yang berlangsung sangat cepat tersebut, dr. Andi menilai perguruan tinggi perlu menjadi garda depan dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di era digital. Kampus didorong menciptakan ekosistem pendidikan yang mendorong budaya riset, inovasi, kreativitas, hingga pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga harus mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan melalui inovasi dan solusi berbasis teknologi.

Untuk mendukung tujuan tersebut, konsep Islamic Entrepreneurial University dinilai menjadi pendekatan yang relevan diterapkan di lingkungan perguruan tinggi. Konsep tersebut menggabungkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penguatan nilai moral serta spiritualitas.

“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator yang berakhlak mulia dan berdampak bagi kemajuan agama, masyarakat, dan negara. Karena itu, budaya riset, startup mahasiswa, inkubator bisnis, serta kolaborasi dengan dunia industri perlu terus diperkuat,” pungkas dr. Andi.

Penguatan budaya inovasi, riset, dan kewirausahaan di lingkungan kampus dinilai menjadi langkah penting agar lulusan perguruan tinggi mampu bertahan sekaligus berkontribusi dalam menghadapi perubahan besar di era Society 5.0 yang terus berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online