Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kota Jogja dinilai punya kesadaran yang tinggi untuk menunda memiliki anak. Tingkat pertumbuhan penduduk yang terkendali baik untuk tata kota.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja menilai kesadaran penduduk di wilayahnya cukup tinggi dalam merencanakan kelahiran anak. Kondisi ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang berada di angka 0,98 persen dengan rata-rata per keluarga mempunyai 1,2 anak.
"Sebetulnya menunda saja, kesadaran untuk merencanakan memiliki anak cukup tinggi. Setelah menikah, pasangan langsung ada rencana kapan mau punya anak. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk 0,98 persen dan jumlah rata-rata anak yang 1,2 per keluarga," kata Kepala DP3AP2KB, Edy Muhammad, Senin (12/12/2022).
Fenomena perencanaan untuk memiliki anak itu juga didukung dengan persentase keikutsertaan program keluarga berencana (KB) yang cukup tinggi di Jogja. Dari 89.092 jumlah keluarga di Jogja, 40% adalah pasangan usia subur. Sebanyak 36.000 adalah peserta KB aktif.
"Masih banyak pula yang pakai pola mandiri. Cukup besar juga angkanya. Mulai dari yang tradisional atau yang inisiatif dengan alat kontrasepsi lain," ujar dia.
BACA JUGA: Belajar Kelola Sampah dari Cara Cerdas Kalurahan Panggungharjo
Edy menjelaskan fenomena ini cukup penting untuk wilayah Jogja yang tidak terlalu luas dan berdampak pada kepadatan area yang masih bisa ditanggulangi. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak terlalu signifikan membuat mobilitas masyarakat di Jogja tidak terlalu tinggi, terkecuali pada masa libur panjang dan masa akhir pekan.
Namun, Edy menyebut penduduk di Jogja masih punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan berkaitan dengan tingkat pemerataan pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Menurut dia masih ada ketimpangan pendidikan antara laki-laki dan perempuan, khususnya pada jenjang sarjana dan magister.
"Bila dilihat dari sebaran pendidikan, sampai dengan SLTA antara laki-laki-laki dan perempuan seimbang. S1 dan S2 mulai lebih banyak laki-laki," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.