Peredaran Rokok Ilegal di DIY Naik, 412.000 Batang Dimusnahkan
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kota Jogja dinilai punya kesadaran yang tinggi untuk menunda memiliki anak. Tingkat pertumbuhan penduduk yang terkendali baik untuk tata kota.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja menilai kesadaran penduduk di wilayahnya cukup tinggi dalam merencanakan kelahiran anak. Kondisi ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang berada di angka 0,98 persen dengan rata-rata per keluarga mempunyai 1,2 anak.
"Sebetulnya menunda saja, kesadaran untuk merencanakan memiliki anak cukup tinggi. Setelah menikah, pasangan langsung ada rencana kapan mau punya anak. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk 0,98 persen dan jumlah rata-rata anak yang 1,2 per keluarga," kata Kepala DP3AP2KB, Edy Muhammad, Senin (12/12/2022).
Fenomena perencanaan untuk memiliki anak itu juga didukung dengan persentase keikutsertaan program keluarga berencana (KB) yang cukup tinggi di Jogja. Dari 89.092 jumlah keluarga di Jogja, 40% adalah pasangan usia subur. Sebanyak 36.000 adalah peserta KB aktif.
"Masih banyak pula yang pakai pola mandiri. Cukup besar juga angkanya. Mulai dari yang tradisional atau yang inisiatif dengan alat kontrasepsi lain," ujar dia.
BACA JUGA: Belajar Kelola Sampah dari Cara Cerdas Kalurahan Panggungharjo
Edy menjelaskan fenomena ini cukup penting untuk wilayah Jogja yang tidak terlalu luas dan berdampak pada kepadatan area yang masih bisa ditanggulangi. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak terlalu signifikan membuat mobilitas masyarakat di Jogja tidak terlalu tinggi, terkecuali pada masa libur panjang dan masa akhir pekan.
Namun, Edy menyebut penduduk di Jogja masih punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan berkaitan dengan tingkat pemerataan pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Menurut dia masih ada ketimpangan pendidikan antara laki-laki dan perempuan, khususnya pada jenjang sarjana dan magister.
"Bila dilihat dari sebaran pendidikan, sampai dengan SLTA antara laki-laki-laki dan perempuan seimbang. S1 dan S2 mulai lebih banyak laki-laki," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.