Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Seorang pengendara motor melintas di jalan rusak di Dusun Klayar, Kedungpoh, Nglibar, Gunungkidul, Rabu (21/12/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Gunungkidul berharap kerusakan jalan akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada 18 November 2022 lalu bisa diperbaiki. Meski sudah satu bulan setelah kejadian, hingga sekarang belum ada tanda-tanda rencana perbaikan.
Keluhan kerusakan infrastruktur akibat cuaca ektrem disuarakan oleh Sutarno, salah seorang warga Dusun Klayar, Kedungpoh, Nglipar. Menurut dia, hujan deras yang mengakibatkan banjir bandang di Kali Oya merusak jalan di wilayahnya.
Lantaran terjangan banjir, aspal di sisi selatan Jembatan Klayar mengelupas sedalam 30 sentimer sehingga fondasi jembatan terlihat. Upaya penanangan sementara telah dilakukan dengan memberi pembatas di lokasi yang rusak.
“Sebenarnya seluruh badan jalan rusak. Tapi, untuk sisi barat tidak begitu parah sehingga masih bisa dilalui,” kata Sutarno, Rabu (21/12/2022).
Dia berharap kerusakan ini bisa segera diperbaiki agar aktivitas dapat kembali lancar seperti sebelum kejadian. “Sudah satu bulan berlalu, tapi belum ada tanda-tanda perbaikan. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Mursidi, salah seorang warga Dusun Pucung, Candirejo, Semin. Menurut dia, jembatan di wilayahnya putus diterjang banjir satu bulan lalu.
“Di Candirejo tidak hanya jembatan putus, tapi juga ada longsor yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia,” katanya.
Menurut dia, jembatan darurat dari anyaman bambu sudah dibuat. “Ini hanya sementara agar warga bisa tetap lewat. Harapan kami ada perbaikan jembatan yang permanen, tetapi sekarang belum ada realisasinya,” kata Mursidi.
Sekretaris BPBD Gunungkidul Subarno mengatakan sudah mendata berkaitan dengan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi pada November lalu. Menurut dia, upaya perbaikan masih dalam proses perencanaan.
BACA JUGA: Pengerjaan Fisik Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Capai 18.76%
“Memang ada sejumlah fasilitas umum yang rusak akibat cuaca ekstrem tersebut,” katanya.
Subarno menjelaskan perbaikan akan dibagi menjadi dua. Fasilitas umum yang masuk rehabilitasi dan rekonstruksi akan diperbaiki menggunakan program dari kegiatan rutin dari APBD. Adapun kerusakan fasilitas umum yang bersifat mendesak diperbaiki dengan memanfaatkan alokasi belanja tak terduga.
“Untuk yang menggunakan belanja tak terduga, salah satunya perbaikan fasilitas di Terminal Semin di Kapanewon Semin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.