Kebakaran di DIY Capai 93 Kasus, Bantul Tertinggi dengan 64 Kejadian
Sebanyak 93 kebakaran terjadi di DIY sepanjang Juli 2026. Bantul menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, mencapai 64 kejadian.
Ilustrasi jaringan gas/jibi
Harianjogja.com, SLEMAN— Jaringan gas (Jargas) di Kabupaten Sleman akan segera dipasang pada Januari 2023 mendatang. Mulanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyampaikan, pemasangan Jargas akan dilakukan pada akhir tahun 2022.
Pada Januari 2023 mendatang pemasangan Jargas akan dimulai di Kapanewon Depok. Jargas dimanfaatkan sebagai sumber energi memasak menggantikan liquefied petroleum gas (LPG).
Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya mengatakan rencana pemasangan Jargas mundur karena izin belum selesai. Jumlah Sambungan Rumah (SR) juga belum dipastikan jumlahnya.
"Perizinan belum selesai ya otomatis mundur. Pertamina ngomong [pemasangan] lebih cepat lebih baik. Pemasangan pertama akan dilakukan di Caturtunggal, Depok," ucapnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (24/12/2022).
Harda menyebut sumber gasnya apakah dari Semarang atau Surabaya juga belum ditentukan. Tergantung mana yang paling siap. Sosialisasi juga akan diberikan kepada masyarakat terkait program ini. "Sumber gasnya belum ada. Ini jawabannya dari Pertamina ini [sumber gas]."
BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Baku Hantam di Keraton Solo
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan pemasangan Jargas ini akan berkolaborasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pemasangan jaringan pipa akan menempel atau sejalur dengan sambungan pipa air.
"Nanti dimulai bulan Januari [pemasangan Jargas] rencana di Kapanewon Depok. Sumber gasnya dari PGN kolaborasi dengan PDAM," ucapnya.
Menurutnya akhir tahun 2022 ini baru dilakukan survei lokasi yang penduduknya paling padat, yakni antara Kapanewon Depok, Mlati, dan Ngaglik. Program ini, kata Kustini, menjadi upaya pemerintah dalam menekan impor LPG.
"Indonesia akan memanfaat gas yang ada di dalam negeri. Ini bagus. Memang tidak mudah tapi haru dimulai," kata Kustini.
Lebih lanjut Kustini mengatakan, Pemkab Sleman memberikan dukungan penuh pada program Jargas ini. "Sleman harus mendukung, lebih-lebih penduduk Sleman itu banyak."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 93 kebakaran terjadi di DIY sepanjang Juli 2026. Bantul menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, mencapai 64 kejadian.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Bernardo Tavares menyoroti kondisi pemain Persebaya jelang menghadapi PSIM pada pekan kedua BRI Super League, Minggu (13/9).
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.
GAC Indonesia menawarkan harga khusus mobil listrik AION dan HYPTEC selama GIIAS Bandung 2026 hingga 13 September.
Pemkot Jogja digitalisasi pencatatan kunjungan tamu melalui SILAT, dari registrasi hingga verifikasi dokumen dan penyimpanan data.