SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Suasana SMA Bosa yang terletak di kawasan Kotabaru, Gondokusuman yang diduga mengalami insiden pengrusakan oleh sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (24/12/2022) dini hari. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah orang tak dikenal diduga melakukan perusakan ruangan dan penganiayaan di SMA Bokpri Satu (Bosa) Jogja, Sabtu (24/12/2022) dini hari. Insiden yang terjadi pada pukul 04.30 WIB itu mengakibatkan sejumlah ruangan sekolah acak-acakan serta dua orang petugas satpam mengalami pemukulan.
Dalam sejumlah foto yang tersebar di media sosial dan aplikasi perpesanan singkat, ruangan pos satpam yang berdekatan dengan pagar pintu masuk utama sekolah terlihat porak-poranda. Sejumlah pecahan kaca berserakan di lantai. Kondisi serupa juga terjadi pada ruangan depan sekolah. Pot bunga yang berada pada halaman pintu masuk sekolah tersebut pecah berantakan.
Kepala Seksi Humas Polresta Jogja mengatakan kejadian itu bermula saat dua orang tak dikenal datang menyambangi sekolah itu pada pukul 04.30 WIB dini hari tadi. Keduanya menanyakan kepada satpam tempat tonngkrongan anak-anak atau murid Bosa, kemudian melepas kabel kamera pengawas atau CCTV yang terletak di gerbang utama sekolah.
"Dimulai dari yang dua orang itu, setelah menanyakan begitu dan melepas kabel CCTV keduanya kabur," kata Timbul.
Sekira pukul 05.06 WIB sebanyak enam orang dengan menggunakan sepeda motor kembali mendatangi lokasi itu. Para terduga pelaku kemudian masuk ke area sekolah dan memukul seorang satpam di bagian wajahnya dengan menggunakan helm. Seorang satpam lain yang turut berjaga tak luput dari incaran. Ia terkena pukulan besi di tangan kanannya.
"Selanjutnya para terduga pelaku merusak pos satpam dan tanaman hias serta mengancam kalau melaporkan ke polisi akan dibunuh," ujar Timbul.
Adapun satpam yang mengalami pemukulan di bagian wajah yakni berinisial HS, 31, warga Sleman dan rekannya yang lain yang terkena pukulan besi di bagian tangan berinisial WN, 31, juga warga Sleman. Polisi mengatakan tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden itu dan melacak motif dari kejadian pengrusakan dan penganiayaannya.
Sampai berita ini diturunkan pihak SMA Bosa Jogja belum bisa dimintai keterangan. Sekolah yang berada di kawasan Kotabaru, Gondokusuman itu pun tertutup rapat dengan pintu gerbang digembok. Tidak ada aktivitas apapun di sekolah. Sejumlah pot tanaman yang terlihat rusak juga sudah dirapikan berikut pecahan kaca yang sempat berserakan di halaman sekolah itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.