Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa (kedua dari kanan) menutup Barata ke-37 di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (1/1/2023)/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Kegiatan Pengembaraan Akhir Tahun (Barata) ke-37 Kwarcab Sleman resmi ditutup pada Minggu (1/1/2023).
Bertempat di lapangan Pemda Sleman, kegiatan kepramukaan yang diikuti oleh pelajar SMK/SMA/MA se-Kabupaten Sleman ini ditutup oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.
Danang berharap Barata ke-37 ini dapat menjadi bekal bagi para generasi muda untuk berkontribusi positif dan berperan aktif dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan.
Dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak generasi muda yang terinsipirasi. “Terutama untuk memberi dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan. Jika adik-adik mengetahui potensi diri dan fokus pada pengembangannya sejak dini, maka saya yakin adik-adik semua dapat menjadi insan yang berprestasi dan sukses," ujarnya.
BACA JUGA: Pramuka Kwartir DIY Peduli Stunting
Dalam acara tersebut juga diserahkan sejumlah trophy penghargaan bagi kelompok yang berprestasi dalam kegiatan Barata Ke-37 ini. Pangkalan MAN 1 Sleman keluar sebagai Juara Umum pada Barata Ke-37 Kwarcab Pramuka Sleman dengan poin 13,4.
Sedangkan Sangga Sidokarto meraih Tunggul pada kegiatan ini dengan total poin 300. "Saya ucapkan selamat kepada para penerima trophy kejuaraan, semoga kemenangan ini menjadi semangat dan motivasi dimasa yang akan datang," katanya.
Barata ke-37 dimulai di Lapangan Pemda Sleman pada Rabu (28/12/2022). Kegiatan yang mengusung tema Boyong Kaprajan ini dilaksanakan selama lima hari dan diikuti oleh 501 orang peserta pramuka penegak se-Kabupaten Sleman.
Para peserta terdiri dari terdiri dari 65 sangga yang berasal dari 31 Pangkalan yang ada di Wilayah Kwarcab Sleman.
Tahun ini, Barata ke-37 juga diikuti oleh peserta tamu yang berasal dari DKI Jakarta sejumlah satu sangga ditambah dua orang bindamping.
Barata ke-37 mengambil Rute Boyong Kaprajan Kabupaten Sleman yang merupakan rute sejarah perpindahan pemerintahan Kabupaten Sleman pada tahun 1945 hingga sekarang, dengan tujuan agar para anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega mengetahui sejarah perpindahan di Kabupaten Sleman selama masa revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Rute yang ditempuh sejauh 55 km yang melalui Lapangan Pemda Sleman-Lapangan Jlegongan SMKN 1 Tempel-Balai Desa Purwobinangun Pakem-Balai Desa Harjobinangun Pakem-Lapangan Pemda Sleman.
Para peserta melewati Kantor Pemkab Sleman dan lokasi gerilya Bupati Sleman saat masa revolusi fisik 1945.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
TKD mangkrak di Pleret, Bantul, kini jadi lahan percontohan pertanian berbasis IoT dan AI dengan sistem penyiraman otomatis.
Unsoed memastikan kepemimpinan universitas tetap berjalan meski KPK memeriksa sejumlah pejabat rektorat di Jakarta.
Saksi Robby Darussalam menyebut pemberian uang THR kepala dinas kepada Bupati Pekalongan sudah menjadi tradisi sejak pemerintahan sebelumnya.
Kapolri Listyo Sigit menyebut sejumlah nama telah diamankan terkait karhutla Kalimantan yang mencapai 1.487 hotspot.
Pemkab Bantul rutin menggelar operasi pasar untuk memantau stok sembako dan penerapan HET di sekitar 32 pasar.