Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Kondisi jalan ambles di Desa Wisata Srikeminut, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Rabu (4/1/2023)./Harian Jogja-Hadid Husaini
Harianjogja.com, BANTUL — Fakultas Teknik Geologi dan Fakultas Teknik Sipil UGM melakukan perhitungan awal setelah mendapat rekomendasi dari Bupati Bantul untuk melakukan kajian terkait dengan penyebab amblesnya jalan di Desa Wisata Srikeminut.
Dalam peninjauan awal amblesnya jalan tersebut akan dilakukan dengan pengeboran sedalam 30 meter untuk melihat kondisi tanah.
Dosen Teknik Sipil UGM, Ali Awaludin menyampaikan bahwa konstruksi bangunan yang bertugas menghambat gerakan tanah sudah tidak kuat. Menurutnya ruang bebas tanah yang ada membuat pembendung tanah tidak kuat lagi.
Untuk mengetahui kekuatan tanah, dia berencana melihat seberapa kedalaman tanah yang lembek di dua titik yang memakan waktu kurang lebih dua jingga tiga minggu.
“Kami akan mencoba melihat kedalaman tanah dan kami harus bor hingga kedalaman tertentu, kalau sudah tanah keras ya tidak perlu dibor lagi,”kata Ali.
Ali mengatakan bahwa tanah tertekan dari tiga sumber air berbeda sehingga membuat tanah tersebut berubah sifatnya menjadi lebih lunak dan bergerak.
“Airnya dari permukaan, air hujan dan sekelilingnya, masih akan diteliti apakah air tanah juga berpengaruh,” ujar Ali pada Rabu (4/1/2023).
BACA JUGA: Jalan Wisata Srikeminut Bantul Ambles, Lurah Sriharjo Minta Solusi Konkret
Sheet Pile atau pembendung bertugas menahan gerakan tanah. Menurut Ali, ketika tekanan tidak terbendung lagi ruang bebasnya terhambat maka terjepit dan tanah akan masuk kedalam.
Dengan kondisi tersebut, dirinya merekomendasikan amblesan tanah tersebut untuk di dipindahkan dan membuat konstruksinya dari awal. “Lakukan pembenahan ulang mulai lagi dari nol,” ujarnya.
Teknik Geologi dan Teknik Sipil UGM, kata dia, juga akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Bantul guna memberikan rekomendasi terbaik. Dalam pendalaman tersebut akan dilakukan.
“Ke depan kami akan membuat membuat rekomendasi penangananya seperti apa dan struktur jalanya,” ujar Ali.
Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dalam kesempatan yang sama menyampaikan kerjasama dengan Teknik Geologi dan Teknik Sipil.
“Lewat gambaran yang lebih terkait struktur kami mengharapkan rekomendasi yang keluar, setelah itu baru pemerintah mengambil keputusan untuk pengerjaan kembali rekonstruksi jalan nya,” ujar Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.