Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Pengerjaan proyek revitalisasi Tugu Jogja, Oktober 2020. /Harian Jogja-Desy Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Pengamat Ekonomi UKDW, Murti Lestari, mengatakan selama ini angka kemiskinan di DIY memang tertinggi se-Pulau Jawa berdasarkan angka statistik BPS. Untuk itu, pemerintah diminta meningkatkan pendapatan masyarakat. "Bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat kelas bawah, meningkatkan lapangan kerja kelas bawah, pendapatan petani dan sebagainya," katanya, Jumat (20/1/2023).
Diakui Murti, Pemda DIY memang melaksanakan program pengentasan kemiskinan, tetapi apakah betul program tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat kelas bawah atau tidak. "Apakah program pengentasan kemiskinannya cukup permanen atau temporer? Ini yang harus dievaluasi," katanya.
Di luar DIY, seperti di Jawa Tengah, wilayahnya memiliki kawasan-kawasan industri manufaktur yang menampung masyarakat kelas bawah untuk bekerja dengan upah UMR. Dengan begitu, angka pendapatan pun otomatis di atas garis kemiskinan. Hanya saja, di Jogja tidak banyak lokasi yang cocok untuk industri manufaktur. "Karenanya untuk menggerakkan masyarakat bawah di DIY di atas garis kemiskinan, caranya menggerakkan masyarakat dengan wirausaha kecil. Nah, cara itu apakah sudah meningkatkan pendapatan warga? Belum tentu pendapatannya di atas garis kemiskinan," katanya.
Bahagia
Murti sendiri tidak terlalu pusing dengan angka kemiskinan di DIY yang tinggi. Alasannya Jogja sudah berhasil menciptakan harmonisasi dan kerukunan, sehingga orang Jogja bahagia dan panjang umur, meskipun belum bisa mendorong peningkatan penghasilan di atas garis kemiskinan. "Angka kemiskinan di Jogja sebenarnya tidak tinggi-tinggi amat kok, di luar Jogja justru lebih tinggi. Yang penting, kehidupan di Jogja baik, tingkat kesehatan tinggi, pendidikannya baik, bahagia, tidak usah terlalu pusing yang penting hajat hidup orang bisa terpenuhi," katanya.
Memang, kata Murti, antara kemiskinan dengan angka harapan hidup, angka kebahagiaan, indeks pendidikan, merupakan terminologi yang berbeda. Kemiskinan pada dasarnya mengukur pendapatan dan pengeluaran.
"Antara pengeluaran dan kebahagiaan berbeda terminologi. Namun orang bisa saja bahagia meskipun tidak punya uang, itu bisa berumur panjang. Jadi dimensi sosialnya lebih kental," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.