Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Seorang warga di Kalurahan Ngalang, Gedangsari sedang menjemur gabah di pinggir jalan alternatif Gunungkidul-Sleman. Foto diambil Senin (20/2/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pembangunan jalan alternatif Gunungkidul-Sleman belum tuntas karena belum sepenuhnya tersambung. Meski demikian, keberadaan jalan baru ini mulai berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.
Khusus di wilayah Gunungkidul masih ada ruas Kedungkandang-Kepil dan Kepil-Bobung yang belum dibangun. Namun, di ruas yang sudah jadi seperti Ngalang dengan Bobung sudah banyak usaha warga mulai dari toko kelontong, bangunan hingga warung makan.
Pada sore hari di jalur di Kalurahan Nglegi saat terang juga terdapat keramaian anak-anak muda yang nongkrong di sepanjang jalan. Keramaian ini dimanfaatkan warga membuka usaha jajanan makanan dan minuman.
Panewu Patuk, Martono Imam Santoso mengatakan, jalur alternatif Gunungkidul-Sleman tak hanya mengurai kepadatan arus kendaraan di jalur utama Jogja-Wonosari. Namun, menurut dia, keberadaannya juga menjadi wilayah pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di sisi utara.
Baca juga: Polisi: Dosen UII Ubah Rute Tanpa Pemberitahuan
Ia tidak menampik jalur yang ada belum sepenuhnya terhubung karena masih ada dua ruas belum dibangun. Akan tetapi, Martono mengakui geliat ekonomi di jalan baru sudah terlihat ditandai dengan banyaknya usaha-usaha yang dibuka warga setempat.
“Dari Ngalang sampai Bobung sudah banyak yang berjualan. Pas terang, coba saat sore jalan ke Nglegi sangat ramai karena tidak hanya orang nongkrong, tapi juga ada warga yang berjualan,” kata Martono kepada Harianjogja.com, Senin (20/2/2023).
Menurut dia, adanya keramaian tersebut menandakan geliat usaha di kawasan jalan baru mulai tumbuh. Ia pun menyambut baik dampak positif ini karena sebagai upaya masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Mudah-mudahan bisa segera tersambung seluruhnya. Sebab, jika jalannya ramai, maka tidak hanya mendukung pengembangan wisata di kawasan Patuk, tapi warga juga bisa merasakan manfaatnya,” kata mantan Panewu Gedangsari ini.
Salah seorang warga Nglegi Riyanto mengatakan, sering menghabiskan waktu sore di jalan baru. Ia tidak menampik jalur yang ada baru sampai Bobung, tapi keberadaannya sudah dirasakan masyarakat.
“Tentunya akses jadi lebih mudah karena jalannya lebar dan bagus,” katanya.
Menurut dia, keramaian yang ada tidak lepas dari anak-anak muda yang seringkali nongkrong di pinggir jalan guna menghabiskan waktu sore. “Pemandangannnya bagus karena kiri dan kanan ada hamparan sawah. Jadi, suasananya menyenangkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.