Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, mendesak agar pembangunan jalan wisata Kepek menuju Pantai Ngobaran segera dirampungkan karena hingga kini ruas jalan tersebut belum tersambung secara utuh meskipun pembangunan telah kembali dilanjutkan pada tahun lalu.
Salah seorang warga Kalurahan Kanigoro, Triyono, mengatakan akses jalan yang layak sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran wisata menuju Pantai Ngobaran. Ia berharap pembangunan jalan baru tersebut bisa benar-benar selesai sesuai perencanaan awal.
“Harapannya bisa segera selesai sehingga akses wisata ke Pantai Ngobaran bisa benar-benar representatif,” kata Triyono, Selasa (27/1/2026).
Triyono mengakui pada 2025 lalu memang ada kelanjutan pembangunan jalan wisata Kepek–Ngobaran. Namun, pengerjaan tersebut belum menyasar seluruh ruas yang direncanakan hingga tembus ke kawasan pantai.
“Belum sampai ke pantai seperti yang direncanakan. Makanya, warga berharap bisa segera dirampungkan pembangunannya,” ujarnya.
Menurut Triyono, jalur menuju Pantai Ngobaran yang digunakan saat ini masih kurang representatif karena kondisi jalan yang sempit dan memiliki banyak tikungan tajam. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan berukuran besar sulit masuk ke kawasan wisata di wilayah Saptosari.
“Terlalu sempit makanya jalan baru bisa segera direalisasikan,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan lahan tidak lagi menjadi kendala karena Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melakukan pembebasan lahan sejak beberapa tahun lalu. Saat ini, jalur jalan wisata Kepek–Ngobaran sudah tersedia, tetapi pembangunannya terhenti di tengah jalan.
“Lokasi jalurnya sudah ada, tapi pembangunannya berhenti di tengah jalan. Kalau jalan baru ini bisa diselesaikan, kami menyakini perkembangan wisata di kawasan Pantai Ngobaran bisa lebih cepat lagi,” kata Triyono.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Lurah Kanigoro, Suroso. Ia mengatakan pada tahun lalu memang terdapat pembangunan jalan menuju Pantai Ngobaran, namun belum seluruh ruas dapat diselesaikan.
“Harapannya Pemerintah serius untuk menyelesaikan pembangunan jalan wisata ini,” kata Suroso.
Menurut Suroso, keberadaan jalan wisata Kepek–Ngobaran akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain kondisi ruas jalan yang lebih baik, keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor pariwisata di Kapanewon Saptosari.
“Kalau jalannya bagu, maka tingkat kunjungan akan semakin banyak yang datang. Pendapatan Asli Daerah [PAD] yang diperoleh juga ikut meningkat dan masyarakat juga bisa merasakannya,” kata Lurah Kanigoro.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan pembangunan jalan wisata Kepek–Ngobaran pertama kali dimulai pada 2017, namun hingga kini belum dapat diselesaikan.
“Pembangunannya sempat berhenti di 2019 dan baru dilanjutkan tahun lalu, tapi belum selesai juga,” katanya.
Ia menjelaskan, pada 2025 Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memperoleh bantuan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sebesar Rp27,7 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 800 meter.
“Masih ada ruas sepanjang 3,5 kilometer di rencana jalan wisata Kepek–Ngobaran yang belum dibangun, tapi kami tetap berupaya agar pembangunannya bisa dilanjutkan hingga selesai sesuai target,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Aturan diperketat untuk cegah kecurangan KK tempel.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).