Dapur MBG di Banguntapan Ditolak, Warga Khawatir Polusi hingga Kekeringan
Pembangunan SPPG di Karangbendo Banguntapan belum jelas. Warga menyoroti lokasi dekat permukiman dan khawatir polusi hingga kekeringan air.
JJLS Kelok 18 - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul membuka ruang luas bagi investor yang ingin menanamkan modal di kawasan sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), khususnya di area Kelok 23. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Bantul yang dinilai memiliki potensi strategis.
Sekretaris Daerah Pemkab Bantul Agus Budiraharja menjelaskan seluruh proses investasi dan perizinan kini terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikelola pemerintah pusat.
“Saat ini pintu investasi dan perizinan semuanya lewat OSS. Aplikasinya langsung dari pusat, bukan melalui pemerintah daerah,” ujar Agus, Kamis (29/1/2026).
Ia menuturkan setelah investor mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS, biasanya proses dilanjutkan dengan pelaporan serta pemenuhan perizinan lanjutan di tingkat daerah.
“Umumnya setelah NIB keluar, investor datang ke kami untuk melaporkan kegiatannya sekaligus melengkapi tahapan perizinan berikutnya,” katanya.
Meski demikian, Agus mengakui hingga kini Pemkab Bantul belum menerima laporan resmi terkait masuknya investor baru di kawasan JJLS. Namun meningkatnya ketertarikan terhadap wilayah tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi iklim investasi daerah.
“Kalau minat investasi terus meningkat, tentu ini kabar baik. Artinya iklim usaha di Bantul berjalan sesuai harapan,” ucapnya.
Pemkab Bantul, lanjut Agus, mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya terfokus di pusat kota, tetapi juga menyasar wilayah selatan. Kehadiran JJLS disebut menjadi magnet baru bagi dunia usaha.
“Kami ingin ekonomi tumbuh di selatan dan wilayah lain. JJLS ini punya daya tarik tersendiri bagi investor,” jelasnya.
Jika nantinya investor mulai beraktivitas, Pemkab Bantul akan melakukan identifikasi serta verifikasi terhadap kelengkapan perizinan yang dimiliki.
“Nanti kami datangi, kami minta resume kegiatannya, lalu dicek izin-izinnya. Kalau belum lengkap, tentu harus disesuaikan,” tegas Agus.
Meski membuka peluang investasi seluas-luasnya, Pemkab Bantul tetap menekankan kepatuhan terhadap aturan tata ruang yang berlaku.
“Kita terbuka terhadap investasi, tapi harus sesuai dengan rencana tata ruang dan konsep pembangunan daerah. Tidak boleh menyimpang,” katanya.
Selain aspek regulasi, Agus juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal. Ia berharap setiap investasi yang masuk, khususnya sektor industri dan usaha padat karya, dapat memprioritaskan tenaga kerja dari Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan SPPG di Karangbendo Banguntapan belum jelas. Warga menyoroti lokasi dekat permukiman dan khawatir polusi hingga kekeringan air.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.