Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Polisi kembali menangkap dan memproses hukum remaja yang membawa senjata tajam jenis celurit dan gir di dua lokasi yang berbeda pada Minggu (26/2/2023) sore WIB. Kedua kasus tersebut sampai Senin (27/2/2023) masih dalam proses pemeriksaan di Polres Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di area parkir bekas rumah makan Makpinah di Jalan Imogiri Barat.
Awalnya polisi yang sedang berpatroli mendapat laporan dari warga tentang adanya gerombolan sejumlah siswa SMP di parkiran rumah makan Makpinah.
Polisi kemudian mendatangi lokasi dan rombongan siswa SMP tersebut langsung membubarkan diri. Namun, dari sejumlah rombongan tersebut ada yang membawa celurit dan disimpan di dalam celana.
Polisi kemudian mengejarnya dan memberhentikan pelajar yang membawa senjata tajam tersebut. Pelajar tersebut berinisial AMM, 15, pelajar salah satu SMPN di Bantul. “Yang bersangkutan kemudian dibawa ke Polres Bantul untuk diproses,” katanya, Senin (27/2/2023).
BACA JUGA: Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Sajam
Pada hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB di Dusun Kalangan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul polisi juga mengamankan pelajar yang membawa gir. Gir tersebut ditali dengan sabuk. Ada tiga pelajar SMP swasta yang diamankan masing-masing berinisial SAP, 14; YPP, 15; dan HNA, 14.
“Awal mulanya Polsek Kasihan mendapat informasi tawuran pelajar, dan setelah dilakukan penelusuran dan dapat diamankan tiga orang yang kedapatan membawa gir, selanjutnya diserahkan Ke Polres Bantul,” ujarnya.
Sebelumnya pada Minggu (26/2/2023) dini hari tiga tiga remaja juga diamankan warga Dusun Mulekan, Kalurahan Tirtosari, kapanewon Kretek, sekitar pukul 02.00 WIB.
Ketiganya masing-masing ARA, 14, TPP, 15, dan WW 17. Ketiganya diamankan karena membawa gir yang ditali dengan kain. Pada Sabtu (25/2/2023) tengah malam, polisi juga mengamankan tiga remaja yang masih pelajar kedapatan membawa cerulit dan sudah melakukan kekerasan terhadap pelajar laiinnya di Jembatan Karangjati, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan.
Jeffry menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada warga yang turut aktif memberikan informasi dan menyerahkan para pelaku kekerasan maupun yang membawa sajam kepada polisi sehingga tidak main hakim sendiri.
Menurutnya untuk menangani kejahatan jalanan maupun kenakalan remaja perlu kerja sama sejumlah pihak untuk menciptakan situasi aman dan nyaman.
“Adanya empat kejadian, di antaranya satu kejadian kejahatan jalanan dan tiga kejadian kepemilikan senjata tajam berupa gir dan cdelurit yang terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Semua pelaku telah diamankan Polres Bantul dan menjalani pemeriksaan untuk sanksi tegas sesuai aturan berlaku,” ujarnya.
“Meskipun pelaku ada yang dibawah umur tetap kami tindak dan akan ada bimbingan khusus untuk mereka. Kami akan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait dalam pelaksanaan pembinaan,” sambungnya.
Perwira pertama dengan dua balok di pundaknya tersebut mengimbau kepada orang tua untuk lebih peduli mengawasi dan menjaga putra putrinya, karena sebenarnya bimbingan orang tua dan lingkungan sangat diperlukan agar mereka tidak salah mengambil langkah yang pastinya akan berdampak di masa yang akan mendatang.
“Tidak keluar malam, maksimal pukul 22.00 WIB anak seharusnya sudah di rumah untuk menghindari menjadi pelaku ataupun korban kejahatan jalanan,” imbuhnya.
Lebih anjut Jeffry mengatakan semua kasus kejahatan jalanan dan kepemilikan senjata tajam tersebut ditangani oleh Polres Bantul. Hal itu diakuinya sebagai bukti keseriusan polisi dalam memberantas dan menangani kasus kejahatan jalanan dan kenakalan remaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.