23 Warga Sleman Terdampak Gas Bocor di Bayen, Sampel Air Diuji
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO — Dugaan penipuan dan penggelapan transaksi kedelai terjadi di Pengasih. Setelah uang dikirim via m-banking, kedelai yang telah sampai di rumah korban urung dibongkar muat dengan alasan uang pembelian belum masuk.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti dugaan penipuan dan penggelapan di Pengasih itu terjadi pada Jumat (3/3/2023). Kejadian yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB itu menimpa korban bernama Ratno Santoso, 35, yang hendak membeli kedelai dengan jumlah besar.
Mulanya korban meminta bantuan Alan, 39. Alan kemudian ditawari oleh pelaku berinisial YI yang mengaku warga Banyumanik, Semarang melalui Whatsapp, bahwa dia menjual kedelai dengan harga murah. Informasi tersebut lantas diteruskan oleh Alan kepada korban, supaya korban bertransaksi sendiri dengan YI sang penjual.
"Setelah itu korban dihubungi pelaku yang menawarkan kedelai dengan harga murah. Kemudian korban tertarik dan berniat akan membeli kedelai milik pelaku sebanyak 200 sak seberat 10 ton dengan total harga mencapai Rp107 juta," ucap dia.
BACA JUGA: Beredar WA Menawarkan Bantuan Masjid dari Sekda Sleman
Setelah sepakat, maka terjadilah transaksi jual beli kedelai antara pelaku dengan korban dengan sistem COD (cash on delivery). Jadi saat barang sampai barulah dilakukan pembayaran dilakukan.
"Selanjutnya ketika kedelai yang dipesan korban telah datang atau dikirim ke tempat korban, dilakukan pengecekan barang oleh korban. Karena barang yang dikirim sesuai dengan permintaan korban, korban lalu mentransfer uang pembayaran kedelai tersebut ke rekning Bank BRI yang semula diberikan oleh pelaku," jelasnya.
Setelah pembayaran inilah, dugaan penipuan terjadi. Setelah korban mentrasfer uang tersebut, pihak pengirim menolak membongkar kedelai yang diangkutnya dengan alasan bahwa pihak pengirim barang telah ditelepon pemilik asli kedelai tersebut. Di situ juga disebutkan bila korban belum mentransfer uang pembayaran kedelai.
"Karena korban merasa sudah mentransfer uang pembayar kedelai tersebut, maka korban menghubungi pelaku bermaksud untuk mengonfirmasi pembayaran tersebut. Akan tetapi ponsel pelaku sudah tidak aktif. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp107 juta dan selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polres Kulonprogo," tambahnya.
Saat ini polisi masih mendalami kasus ini. Struk transfer m-banking Bank BRI pun menjadi salah satu barang bukti dalam kasus ini. "Kasus ini masih didalami dan diselidiki oleh Satreskrim Polres Kulonprogo," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.