HUT Ke-6 PDAB Tirtatama, Pelayanan Air Minum Regional Terus Diperkuat
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Bregada Saeko Kapti saat menjaga Kawasan Malioboro./Istimewa
JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus berupaya mengembangkan event berbasis kearifan lokal, salah satunya melalui Atraksi Budaya Bregada Jaga di Kawasan Malioboro. Ada empat bregada rakyat yang setiap setiap minggunya menjaga kawasan tersebut secara bergantian.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar DIY, Kurniawan menyampaikan penampilan bregada rakyat tersebut untuk menghadirkan inovasi dalam pengembangan event berbasis kearifan lokal di destinasi wisata strategis. Inovasi tersebut, menurut Kurniawan, sejalan dengan tren pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) belakangan, yakni menonjolkan potensi lokal.
“Tren terbaru dalam industri parekraf mendorong terciptanya segmentasi pariwisata yang lebih personalize, customize, localize, dan smaller in size. Event Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro hadir sebagai ciri destinasi dan atraksi wisata, sebagai wujud pelestarian budaya,” ucapnya, Minggu (12/3/2023).
Dia menyampaikan penampilan bregada rakyat diharapkan dapat ikon pariwisata sekaligus budaya DIY. “Tentu karena potensi pariwisata Jogja adalah budaya, maka Bregada Malioboro mempunyai peran mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Jogja kepada wisatawan,” ucapnya.
Dia pun berharap keberadaan bregada rakyat dapat memberikan dampak bagi perkembangan pariwisata DIY. “Dampak yang diharapkan tentunya dapat meningkatkan daya tarik wisata, dan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Salah satu anggota Bregada Saeko Kapti, Fatkur Setiadi menyampaikan selama bertugas dia kerap dihampiri sejumlah wisatawan yang menanyakan terkait bregada rakyat di Jogja, serta sejumlah informasi pariwisata di DIY. Sehingga, adanya bregada tersebut menurut Fatkur sangat berdampak pada perkembangan pariwisata di Kawasan Malioboro.
“Melihat antusiasme wisatawan sangat banyak sekali, mungkin ini hanya ikon pariwisata, tapi ini berdampak, banyak wisatawan yang bertanya terkait bregada. Misal ada sesuatu [event] kita jadi ampiran-nya,” ucapnya.
Saat ini ada empat bregada rakyat yang bertugas untuk menjaga Kawasan Malioboro setiap minggunya secara bergiliran, yakni Bregada Saeko Kapti dari Kampung Sosrowijayan, Bregada Suryatmajan dari Kampung Suryatmajan, Bregada Reksawinanga dari Kampung Ngampilan, dan dan Bregada Wirososro dari Kampung Sosromeduran. Dalam satu kelompok terdiri dari 24 orang anggota atau sebelas pasang dan satu pimpinan Bregada rakyat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.