Nama Disdikpora DIY Dicatut, Dugaan Penipuan Tes TOEFL Diusut
Disdikpora DIY menegaskan tidak pernah mengizinkan tes TOEFL di sekolah dan menyiapkan langkah hukum atas dugaan pencatutan nama instansi.
Abu sisa erupsi Merapi masih memenuhi atap dan halaman gedung SDN 2 Tlogolele, Selo, Boyolali, Senin (13/3/2023)./ Solopos-Ni\'maul Faizah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial DIY menyiapkan logistik kebencanaan pada 22 kampung siaga bencana dengan ratusan personel untuk mengantisipasi erupsi Merapi.
Dinas Sosial (Dinsos) DIY sampaikan ada 22 Kampung Siaga Bencana (KSB) dan 203 personil taruna siaga bencana (tagana) di Sleman yang siap siaga terhadap resiko bencana tersebut.
BACA JUGA : Merapi Bergejolak, Barak Pengungsian Mulai Disiapkan
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih menyampaikan KSB di Kabupaten Sleman telah bersiap menghadapi erupsi Gunung Merapi. “Kita sudah siap siaga, kayak KSB dengan logistiknya,” ucapnya, Senin (13/3/2023).
Dia menyampaikan saat ini telah ada 22 KSB di Kabupaten Sleman yang telah dipersiapkan untuk menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi. Melalui KSB tersebut, logistik yang diperlukan telah dipersiapkan. “Ada tenda, pemakanan, dan lain sebagainya. Kita sudah siap,” ucapnya.
Selain itu, dia menyampaikan ada 203 personil tagana yang disiapkan untuk menghadapi erupsi Gunung Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY menegaskan tidak pernah mengizinkan tes TOEFL di sekolah dan menyiapkan langkah hukum atas dugaan pencatutan nama instansi.
Speedboat yang membawa 11 wisatawan asing hilang kontak di perairan Teluk Tomini. Operasi pencarian ditunda akibat cuaca buruk.
Serangan AS ke Iran memasuki malam ke-13 dan menyasar lima provinsi. Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan.
Jaksa Agung menegaskan penanganan perkara Febrie Adriansyah tetap menjadi kewenangan Tim 9 di Kejaksaan Agung.
Wamendagri Ribka Haluk meminta penyaluran Dana Otsus Papua 2026 menerapkan prinsip 5T agar manfaatnya tepat sasaran bagi masyarakat.
Polresta Banyumas mengungkap kasus pemerasan berkedok anggota polisi terhadap remaja di Desa Pliken dengan dua tersangka.