Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Gunung Merapi meluncurkan total sebanyak 75 kali guguran lava dalam sepekan. Sejumlah kegempaan masih terjadi. Status Gunung Merapi masih Siaga dan masyarakat diminta menghindari kawasan potensi bahaya.
Kepala Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan pada minggu ini jumlah guguran lava yang dapat teramati adalah sebanyak 19 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, enam kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.900 meter dan 50 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter.
“Dari aspek perubahan morfologi, teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Sedangkan untuk kubah tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/8/2025).
BACA JUGA: Daftar Lengkap Pengurus PDIP 2025-2030, Megawati Jadi Ketum dan Sekjen
Berdasarkan analisis foto udara tanggal 17 Juli 2025, volume kubah barat daya dan kubah tengah berturut-turut adalah sebesar 4.011.000 mrter kubik dan 2.368.900 meter kubik.
Pada periode pengamatan ini, terjadi sembilan kali gempa Vulkanik Dangkal, 748 gempa Fase Banyak, 579 gempa Guguran dan 24 gempa Tektonik. “Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini relatif sama dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya,” katanya.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga. “Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ungkapnya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.