Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Sejumlah wilayah di Bantul masih blank spot atau belum ter-cover sinyal komunikasi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyebut lokasi titik blank spot ada di 15 kalurahan
Ke-15 kalurahan tersebut, yakni Kalurahan Dlingo, Jatimulyo, Mangunan, dan Temuwuh (Kapanewon Dlingo); Selopamioro (Imogiri); Triwodadi (Pajangan); Gilangharjo dan Triharjo (Pandak); Srimartani dan Srimulyo (Piyungan); Seloharjo (Pundong); Argosari, Argodadi dan Argorejo (Sedayu); serta Poncosari (Srandakan).
“Tapi itu bukan seluruh desa blank spot tapi blank spot di satu atau beberapa titik di desa,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Bantul, Arif Darmawan, Rabu (15/3/2023).
Menurutnya, sejumlah titik di desa-desa tersebut masih blank spot dikarenakan lebih ke faktor alam, kurang tersedianya menara pemancar sinyal telekomunikasi, karena banyak penyedia penyelenggara operator enggan mendirikan menara pada lokasi yang sedikit pengguna.
“Pertimbangan jumlah pelanggan sehingga belum ada perusahaan yang mau mendirikan tower. Jadi secara hitungan bisnis belum masuk,” ucapnya.
BACA JUGA: Asyik...Tiap Pedukuhan di Sleman Kini Dipasang WiFi Gratis
Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi, Keamanan Informasi, dan Persandian Diskominfo Bantul, Kawuniningrum menambahkan terkait dengan kondisi blank spot tersebut, pihaknya mengaku sudah berupaya menggandeng penyelenggara operator seluler.
Bahkan melalui Peraturan Daerah No.2/2021, penyelenggara operator juga dipermudah untuk mendirikan menara Base Transceiver Station (BTS) yang disesuaikan dengan zona kawasan.
Dia menjelaskan zona kawasan tersebut dipisahkan menjadi tiga kategori, yakni urban, sub urban, dan rural. Ketiga kategori itu nantinya yang menjadi acuan bagi penyelenggara operator untuk menentukan tipe, jenis, serta ketinggian menara telekomunikasi.
“Dengan adanya Perda itu juga diharapkan membuat pihak penyelenggara operator termotivasi untuk mencari dimana area yang selama ini masih belum ada tiang menara, sehingga bisa didirikan,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola sejumlah objek wsata di Dlingo, Purwo Harsono menyatakan sebagian wilayah di Dlingo-Mangunan memang ada yang masih mengalami lemah sinyal.
Kendala tersebut ditemui pada beberapa destinasi wisata yang terletak di wilayah perbukitan. “Tetapi secara prinsip banyak yang sudah terjangkau sinyal seluler,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Satpol PP Gunungkidul mengecek tambang galian C di Ngawen setelah aduan warga. Pemantauan terakhir menunjukkan aktivitas tambang telah berhenti.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengajak calon kades di 49 desa menjaga persaudaraan, menolak politik uang, dan mewujudkan Pilkades damai 2026.
Menaker Yassierli menyebut pembahasan UMP 2027 akan melibatkan LKS Tripnas dan Depenas. KSPI mengusulkan kenaikan 7,5%-9,5%.
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Bareskrim Polri menangkap empat orang dalam kasus dugaan judi online Boxkia.com. Penyidik menelusuri transaksi dan aliran dana situs tersebut.