Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Proses konsultasi publik terkait pembangunan jalan tol Jogja-YIA di Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Bantul, Rabu (15/3/2023)/Harian Jgogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL— Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) atau Tol Jogja-Solo, Dian Ardiansyah mengatakan jumlah bidang tanah yang terdampak jalan tol Jogja-YIA di Kapanewon Sedayu, Bantul, berubah.
Ada dua kalurahan di Sedayu Bantul yang terdampak tol Jogja-YIA, yakni Kalurahan Argomulyo dan Argosari. Dian mengatakan awalnya dalam dokumen perencanaan pengadaan tanah (DP2T), lahan di Kalurahan Argomulyo yang terdampak sebanyak sebanyak 491 bidang dan di Kalurahan Argosari sebanyak 172 bidang.
Namun dalam perjalanannya bidang lahan yang terdampak bertambah menjadi 498 bidang di Kalurahan Argomulyo dan 179 di Kalurahan Argosari. “Penambahan bidang ini karena ada pemecahan atau penambahan kepemilikan,” kata Dian, dalam acara Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jalan Tol Jogja-YIA di Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul, Rabu (15/3/2023).
Konsultasi publik di Kalurahan Argosari ini terakhir dilakukan setelah sebelumnya dilakukan di kalurahan Argomulyo. Lebih lanjut Dian mengatakan proses konsultasi publik di Sleman dan Bantul sudah selesai. Selanjutnya konsultasi publik akan dilaksanakan di Kulonprogo.
Menurutnya, selama tahapan sosialisasi sampai konsultasi publik, tidak ada kendala berarti yang dihadapi. Ia mengklaim mayoritas warga masyarakat telah menyetujui adanya pembangunan jalan tol. “Walaupun ada beberapa yang tidak langsung menerima. Maka konsultasi publik ini diperlukan,” ujarnya.
Yohanes, 54, salah satu warga Dusun Gubuk, Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul, yang datang dalam konsultasi publik tersebut mengaku mewakili ayahnya karena semua tanah ayahnya dimungkinkan terkena dampak jalan tol Jogja-YIA.
“Kebetulan bukan rumah yang terdampak, tapi sawah punya bapak saya. Saya datang ke konsultasi publik ini mewakili bapak, tapi pada dasarnya kami setuju pembangunan tol,” katanya.
Ia mengatakan ayahnya memiliki sawah seluas 640 meter persegi dan dimungkinkan semua habis terdampak pembangunan tol. Sehingga dipastikan keluarga tersebut tidak memiliki sawah yang bisa dikelola.
BACA JUGA: Guru Besar UGM Disebut Terima Gratifikasi Rp7 Miliar, Begini Respons Menkumham
Namun Yohanes berharap ganti rugi yang nanti diberikan akan dapat digunakan untuk membuat usaha yang baru. “Seandainya nanti ganti untung akan digunakan yang bermanfaat, tidak beli sifat duniawi seperti mobil, tapi untuk usaha,” ujarnya.
Dalam konsultasi publik tersebut Yohanes datang membawa kelengkapan surat tanah, Kartu Keluarga (KK) pemilik tanah dan dokumen-dokumen yang lain. Langkah itu dilakukan untuk pencocokan agar proses pendataan dapat tepat sasaran. Dalam proses tersebut ia mengaku ditanya petugas apakah sudah ikhlas melepaskan tanahnya untuk jalan tol.
“Tadi juga ditanya apakah sudah ikhlas? Iya sudah, mosok yang lain mau tapi kita sendiri tidak, disamping itu untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.