Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Selama Ramadan, jam kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul dipotong satu jam. Pengurangan jam kerja tersebut dimaksudkan untuk memberikan kelonggaran kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
Namun demikian, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta semua ASN untuk tetap bekerja dan tidak bermalas-malasan meski dalam kondisi puasa.
Pengurangan jam kerja selama Ramdan itu tertuang dalam Edaran Bupati Bantul No B/400.8.3/00022/ORG tentang Seruan Menyambut Bulan Suci Ramadhan Tahun 1444 H/2023 M.
Dalam edaran tersebut ada pengurangan jam kerja selama satu jam bagi yang menerapkan lima hari kerja maupun enam hari kerja. Jam kerja selama Ramadan tersebut berlaku tidak hanya bagi ASN di lingkungan Pemkab Bantul, tetapi bagi pemerintah kalurahan dan juga karyawan di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sementara bagi instansi yang menerapkan lima hari kerja, yakni Senin-Kamis jam kerja pukul 07.30 WIB-14.30 WIB, istirahat pukul 12.00 WIB-12.15 WIB. Sedangkan Jumat pukul 07.30 WIB-14.30 WIB, Istirahat pukul 11.30 - 13.00 WIB.
BACA JUGA: Siap-siap! PNS Golongan Ini Lebih Dulu Dipindah ke IKN
Adapun bagi instansi yang menerapkan enam hari kerja Senin-Kamis pukul 07.30 WIB-13.30 WIB, Jumat pukul 07.30 WIB-11.30 WIB, Sabtu pukul 07.30 WIB-12.00 WIB.
“Jumlah jam kerja efektif bagi instansi Pemerintah Pusat dan daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama bulan Ramadan minimal 32,5 jam per minggu,” kata Halim, Selasa (21/3/2023).
Selain itu, selama Ramadan semua kegiatan olahraga pegawai setiap Jumat juga ditiadakan. Halim mengatakan pengurangan jam kerja untuk memberikan kesempatan bagi umat Islam mempersiapkan berbuka puasa bersama keluarga di rumah masing-masing.
Meski demikian, ia meminta semua ASN tidak bermalas-malasan dalam bekera dan memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasanya,” Walaupun di bulan suci Ramadan tidak ada alasan tidak bekerja sesuai target-target yang diberikan kepada mereka,” ucapnya.
Menurutnya, Ramadan justeru memberikan ujian sejauh mana kinerja seorang ASN terutama umat muslim. Karena tanggung jawab seorang muslim bukan hanya kepada Tuan namun juga kepada sesama manusia sehingga keduanya harus sama-sama dijalankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Bupati Gunungkidul meminta destinasi wisata yang sepi dievaluasi, mulai dari Embung Sriten hingga pantai dan gua, sesuai potensi kawasan.
PEVS 2026 berlangsung 29 Oktober–1 November di JIExpo Kemayoran dengan 38 peserta, termasuk merek mobil dan motor listrik.
Bakom RI membuka ruang kritik terhadap program MBG. Pemerintah menguji konsep prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi untuk memperbaiki layanan.
BPOB mendampingi pelaku usaha desa penyangga Borobudur memperkuat identitas produk, storytelling, branding, dan pemasaran digital.
BI memperbesar diskon hedging hingga 45% untuk menarik modal asing. Ekonom mengingatkan risiko ketergantungan pada arus modal jangka pendek.