El Nino Mulai Diwaspadai, Bulog DIY Perkuat Cadangan Beras
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Talkahow Kompetisi Pendanaan Pembuatan Film Yogyakarta 2023 di Sekar Kedhaton Restaurant, Jumat (24/3/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY atau Kundha Kabudayan menggelar kompetisi pendanaan pembuatan film 2023. Dari proposal yang masuk, akan diseleksi lima film untuk mendapatkan pendanaan senilai Rp180 juta.
Kepala Seksi Seni Disbud DIY, Aryanto Hendro, mengatakan kompetisi pendanaan film ini merupakan salah satu puncak pembinaan perfilman di DIY. Insan perfilman DIY baik yang sudah berpengalaman dan pemula bisa turut berpartisipasi dalam kompetisi ini.
Menurutnya kegiatan ini menjadi penanda kemajuan film di DIY, untuk melihat potensi dan sumber daya manusia (SDM). Kompetisi film ini sudah lama digelar, bahkan sebelum adanya dana keistimewaan. Salah satu yang menarik dari kompetisi tahun ini adalah seleksi dilakukan dengan lebih ketat.
"Dapat pendanaan Rp180 juta di angka ini. Tahun ini semua sama, setelah kami lakukan diskusi proses pembuatan film dokumenter dan fiksi membutuhkan biaya sama. Tahun ini lima film, tahun lalu enam, pernah juga sepuluh," ucapnya dalam Talkshow Kompetisi Pendanaan Pembuatan Film Yogyakarta 2023 di Sekar Kedhaton Restaurant, Jumat (24/3/2023).
Dia menjelaskan tahun ini dipilih lima film karena setelah pandemi ada beberapa program yang sempat terputus, sehingga perlu ditata kembali. Tahun depan akan kembali dievaluasi seperti apa kondisi objektifnya. Apabila SDM dan proposal yang masuk banyak, program akan ditambah.
Salah satu hal yang dinilai dari proposal film adalah karakter Jogja. Dia meminta agar "rasa" Jogja semakin diperkuat. Ia mengatakan Jogja punya potensi yang banyak untuk dieksplorasi.
"Ngapain sih bikin film yang kemudian ala Korea, Eropa, Amerika Serikat. Kenapa kita enggak eksplorasi Jogja yang kaya. Salah satu fungsi film adalah memperkuat jati diri bangsa. Jati diri masyarakat Jogja dalam hal ini," ungkapnya.
Program ini akan di-launching pada 3 April 2023, penerimaan proposal pada 28 April-12 Mei 2023 hingga pukul 14.30 WIB. Kemudian tim kurasi akan bekerja pada 12-25 Mei 2023. Lalu pada 30 Mei 2023 akan dipilih sepuluh besar, dan pengumuman pemenang pada 2 Juni 2023.
Tim Pengembangan Perfilman Sutradara dan Produser Film, Agni Tirta, mengatakan tidak ada pembatasan di dalam proses seleksi. Syaratnya berdomisili di Jogja dibuktikan dengan KTP atau surat domisili. Bagi yang ikut seleksi minimal sudah pernah membuat film dua kali.
"Bagi yang pernah mendapatkan pendanaan dibatasi maksimal dua kali. Kalau sudah dua kali tidak boleh lagi, ini bagus untuk iklim perfilman," ucapnya.
Agni menyebut kompetisi film ini selalu dijadikan tolok ukur perfilman oleh kota-kota lain. Mereka selalu memantau film apa saja yang lolos setiap tahunnya. "Karena film-film yang dihasilkan menorehkan prestasi di festival film, baik nasional dan internasional. Sehingga program ini dijadikan tolok ukur."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.