Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto ilustrasi pranatacara dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Paguyuban Pranatacara Yogyakarta (PPY) mulai menyiapkan langkah standarisasi profesi melalui program sertifikasi untuk memastikan panatacara memiliki kompetensi yang terukur sekaligus menjaga pelaksanaan adat tetap sesuai pakem.
Program ini melengkapi agenda rutin pelatihan dan sarasehan yang selama ini digelar PPY. Pasalnya, saat ini kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan upacara adat yang benar disebut terus meningkat, terutama di tingkat lokal DIY.
Ketua PPY, Faizal Noor Singgih, menegaskan peran pranatacara tidak bisa disamakan dengan MC biasa. Tanggung jawabnya mencakup memastikan seluruh prosesi berjalan sesuai tata cara sekaligus menjelaskan filosofi di balik setiap tahapan.
“Kami mengajak seluruh rekan pranatacara, baik yang sudah bergabung di paguyuban maupun belum, untuk bersama-sama mengedepankan adat dan tradisi yang benar. Harapannya, budaya di DIY tetap terjaga kemurniannya meskipun zaman berkembang,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menyoroti banyaknya masyarakat yang menggelar upacara adat secara mandiri, namun belum sepenuhnya memahami aturan yang tepat. Kondisi ini menjadi alasan PPY meningkatkan intensitas pelatihan agar praktik budaya tetap terjaga.
Wakil Ketua PPY, Yulianto, menyebut sertifikasi profesi sebagai langkah penting untuk mendorong profesionalisme anggota sekaligus memperkuat posisi panatacara di tengah masyarakat.
“Kedepannya, kami akan mencoba menindaklanjuti program sertifikasi bagi anggota PPY. Ini merupakan langkah penting agar organisasi lebih berkembang dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Selama ini, kegiatan pengembangan kompetensi dilakukan secara berkala, baik di tingkat pusat maupun daerah. Materi yang diberikan tidak hanya teknis, tetapi juga menyangkut pemahaman nilai dan filosofi adat Jawa.
Dorongan agar pranatacara berperan lebih luas juga disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam pertemuan dengan PPY. Pranatacara diharapkan tidak sekadar memandu acara, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat agar nilai budaya tidak mengalami pergeseran.
Sebagai bagian dari tradisi Jawa, pranatacara hadir dalam berbagai prosesi seperti pernikahan, lamaran, hingga upacara kematian. Peran ini menjadikan pranatacara sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman yang serba cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Gojek mulai menerapkan biaya pembatalan GoCar Rp3.000 di sejumlah kota. Simak syarat, mekanisme, dan ketentuan lengkapnya.
Balita tewas setelah terjebak lubang proyek di Manggarai, Tebet. Evakuasi berlangsung empat jam sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.