Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi kebutuhan pokok/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul optimistis tak ada gejolak harga kebutuhan pokok saat perayaan Idulfitri nanti.
Optimisme ini disampaikan Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, pada saat melakukan pemantauan bahan pokok di pasaran bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY.
“Memang ada potensi kenaikan, tetapi tidak signifikan sehingga gejolak harga di pasaran tidak terjadi karena masih terkendali,” kata Heri kepada wartawan, Rabu (5/4/2023) siang.
Menurut dia, keyakinan ini tak lepas dari stok dan ketersediaan bahan pokok di pasaran Gunungkidul. Sebab, distirbusi berjalan dengan lancar dan stoknya sangat mencukupi kebutuhan di masyarakat.
“Tidak ada masalah dengan stok karena masih sangat aman mulai dari beras, minyak, gula dan tepung melimpah di pasaran,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui upaya antisipasi harus tetap dilakukan. Salah satunya dengan pelaksanaan operasi pasar di masyarakat agar kebutuhan di masyarakat tetap terjaga.
“Pelaksanaannya tidak sendiri karena juga menggandeng pihak lain. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar hingga perayaan berakhir,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pelaksana Harian Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah DIY, Yuna Pancawati. Menurut dia, hasil pemantauan di beberapa daerah mulai dari Gunungkidul, Sleman dan lainnya menunjukan ketersediaan bapok terbilang aman.
Ia mengakui pada saat jelang Lebaran ada kenaikan harga di komoditas tertentu, tapi secara keseluruhan tidak berpengaruh terhadap masyarakat. hal ini dikarenakan kenaikan masih dalam batas kewajaran.
“TPID terus berkeliling untuk pemantauan. Kemarin di Kabupaten Sleman dan sekarang kunjungan di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul Kelik Yuniantoro menambahkan upaya pemantauan harga-harga di pasaran dilakukan rutin setiap harinya. Pelaksanaan juga sebagai upaya memastikan distirbusi barang berjalan dengan lancar.
Menurut dia, sudah menyiapkan beberapa langkah untuk menjaga pasokan kebutuhan pokok di masyarakat agar tetap aman. Selain berencana menggelar operasi pasar, juga akan meminta tambahan pasokan gas elpiji kemasan tiga kilogram ke Pertamina.
“Gas ini penting sehingga untuk antisipasi melonjakan permintaan, maka kami ajukan penambahan sebanyak 5% dari kuota normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.