Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pelaksanaan oeprasi pasar barang kebutuhan pokok yang diselenggarakan di Balai Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Senin (10/4/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Operasi pasar digelar di Balai Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Senin (10/4/2023). Warga pun antusias membeli berbagai komoditas pangan mulai dari minyak, telur, tepung terigu, beras hingga gula.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Asih Wulandari mengatakan pasar murah digelar bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Menurut dia, antusias kehadiran warga juga sangat baik karena banyak yang datang untuk membeli barang kebutuhan pokok.
Oleh karenanya, pembelian seperti gula dan minyak goreng dibatasi karena stok yang masih terbatas. Setiap orang maksimal dapat membeli sebanyak dua kilogram per item.
“Biar semua orang kebagian. Jadi, dilakukan pembatasan,” kata Asih.
Untuk kelancaran pasar murah, mekanisme pembelian juga menerapkan dengan sistem kupon. “Jadi pengambilannya dengan cara menukarkan kupon,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan, Disperindag DIY, Sabar Santoso. Menurut dia, bahan pokok yang disediakan sebanyak sembilan ton.
“Pelaksanaannya kami juga menggandeng distributor bahan pangan,” katanya.
Ia menjelaskan, operasi pasar digelar untuk mengendalikan inflasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya jelan Perayaan Idulfitri. Adapun komoditas yang disediakan mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng kemasan, hingga telur ayam.
“Harganya di bawah harga yang berlaku di pasaran. Jadi, warga antusias mengikutinya,” ungkapnya.
Salah seorang warga Karangmojo, Galuh mengatakan, sengaja datang jauh dari kapanewon lain ke Baleharjo untuk ikut pasar murah. Pasar murah dinilai sangat membantu masyarakat mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dari pasaran.
Ia mencontohkan, gula pasir di pasaran dipatok Rp12.500 per kilogram, tapi dalam operasi pasar hanya dijual Rp11.500 per kilogram. Hal yang sama juga terlihat dari minyak goreng yang bisa ditebus paling murah Rp12.300 per liternya.
“Ini saya beli minyak, beras, telur dan gula. Kegiatan ini jelas sangat membantu, khususnya bagi warga yang dananya hanya pas-pasan,” kata Galuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.