Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Petugas Dinkes Sleman mengambil sampel jajanan takjil di Beran, Kalurahan tridadi, Sleman, Selasa (11/4/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menguji sampel pada jajanan takjil di Tridadi, tepatnya di Pasar Sore Beran, Kalurahan Tridadi, Sleman, Selasa (11/4/2023). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan keamanan pangan selama Ramadan.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman, Tunggul Birowo menjelaskan pengambilan sampel ini dilakukan di sepanjang jalan eks PJKA, di mana terdapat sebanyak 52 penjual takjil yang mulai beroperasi pada sore hari.
Dengan pengujian ini, akan diketahui apakah ada kandungan berbahaya di dalam makanan. “Misalnya kalau di dalam bakso itu ada boraks, atau di mi ada boraks, berarti kan tidak memenuhi syarat. Atau di kolang-kaling pewarnanya tidak untuk makanan, dengan bahan rhodamine B,” ujarnya.
Adapun pengambilan sampel dari 52 pedagang takjil ini diambil sekitar 17-18 sampel untuk diuji. Pengambilan sampel juga mempertimbangkan makanan atau minuman yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, misal jika secara visual yang warnanya menyala.
BACA JUGA: Banyak Bakul Dadakan selama Ramadan, Pemkab Gunungkidul Bakal Gencarkan Razia Makanan
Hasil pengujian sampel ini akan digunakan sebagai informasi untuk masyarakat apakah makanan itu aman atau tidak. “Kalau memenuhi syarat ya berarti aman ya, silakan. Tetapi kalau ada yang tidak memenuhi syarat akan kami lakukan pembinaan kepada yang bersangkutan,” katanya.
Dia mengimbau bagi para pembeli untuk waspada terhadap makanan atau minuman yang dibeli. Untuk anak-anak terkadang masih tertarik dengan warna yang tidak natural. Selain itu sisa rasa pahit setelah dicicipi juga menajdi indikasi kandungan bahan berbahaya.
Selain di lokasi tersebut, Dinas Kesehatan Sleman bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menguji sampel makanan di sejumlah lokasi lainnya, seperti di Klebengan, Indogrosir, Pasar Sleman dan lainnya.
Sub Koordinator Farmasi dan Kesehatan Makanan-Minuman Dinas kesehatan Sleman, Gunanto, mengatakan kandungan pengawet sebenarnya diperbolehkan, dengan batasan tertentu. “Tapi kalau yang diperiksa di sini yang tidak boleh ada dalam makanan,” kata dia.
Bahan yang dilarang dalam makanan memiliki indikasi bahaya yang jika dikonsumsi dalam jangka pendek tidak terasa, tetapi berdampak pada jangka panjang. “Akumulasi jangka panjangnya ketika terserap dalam tubuh banyak konsekuensinya seperti penyakit kanker dan lainnya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Film The Longest Wait tentang perjuangan Timnas Indonesia tayang 28 Oktober 2026. Simak trailer dan pesan Jay Idzes untuk suporter Garuda.
PSIM Jogja memecat Jean Paul van Gastel setelah empat kekalahan beruntun di Super League 2026/2027. Laskar Mataram kini berada di peringkat 16.
Rute jip wisata Gumuk Pasir Parangtritis dialihkan dari zona inti restorasi. Jalur baru menawarkan petualangan dan potensi agro wisata.
Simak informasi BSU 2026, perkiraan bantuan Rp900.000, kriteria penerima berdasarkan skema sebelumnya, dan cara mengecek status lewat JMO.
Motor MotoGP 2027 bermesin 850 cc dilaporkan mencatat waktu putaran mendekati motor 1000 cc. Ducati dan Aprilia menyoroti aspek keselamatan.