Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Petugas Dinkes Sleman mengambil sampel jajanan takjil di Beran, Kalurahan tridadi, Sleman, Selasa (11/4/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menguji sampel pada jajanan takjil di Tridadi, tepatnya di Pasar Sore Beran, Kalurahan Tridadi, Sleman, Selasa (11/4/2023). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan keamanan pangan selama Ramadan.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman, Tunggul Birowo menjelaskan pengambilan sampel ini dilakukan di sepanjang jalan eks PJKA, di mana terdapat sebanyak 52 penjual takjil yang mulai beroperasi pada sore hari.
Dengan pengujian ini, akan diketahui apakah ada kandungan berbahaya di dalam makanan. “Misalnya kalau di dalam bakso itu ada boraks, atau di mi ada boraks, berarti kan tidak memenuhi syarat. Atau di kolang-kaling pewarnanya tidak untuk makanan, dengan bahan rhodamine B,” ujarnya.
Adapun pengambilan sampel dari 52 pedagang takjil ini diambil sekitar 17-18 sampel untuk diuji. Pengambilan sampel juga mempertimbangkan makanan atau minuman yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, misal jika secara visual yang warnanya menyala.
BACA JUGA: Banyak Bakul Dadakan selama Ramadan, Pemkab Gunungkidul Bakal Gencarkan Razia Makanan
Hasil pengujian sampel ini akan digunakan sebagai informasi untuk masyarakat apakah makanan itu aman atau tidak. “Kalau memenuhi syarat ya berarti aman ya, silakan. Tetapi kalau ada yang tidak memenuhi syarat akan kami lakukan pembinaan kepada yang bersangkutan,” katanya.
Dia mengimbau bagi para pembeli untuk waspada terhadap makanan atau minuman yang dibeli. Untuk anak-anak terkadang masih tertarik dengan warna yang tidak natural. Selain itu sisa rasa pahit setelah dicicipi juga menajdi indikasi kandungan bahan berbahaya.
Selain di lokasi tersebut, Dinas Kesehatan Sleman bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menguji sampel makanan di sejumlah lokasi lainnya, seperti di Klebengan, Indogrosir, Pasar Sleman dan lainnya.
Sub Koordinator Farmasi dan Kesehatan Makanan-Minuman Dinas kesehatan Sleman, Gunanto, mengatakan kandungan pengawet sebenarnya diperbolehkan, dengan batasan tertentu. “Tapi kalau yang diperiksa di sini yang tidak boleh ada dalam makanan,” kata dia.
Bahan yang dilarang dalam makanan memiliki indikasi bahaya yang jika dikonsumsi dalam jangka pendek tidak terasa, tetapi berdampak pada jangka panjang. “Akumulasi jangka panjangnya ketika terserap dalam tubuh banyak konsekuensinya seperti penyakit kanker dan lainnya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 26 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap banyak fitur canggih mobil jarang digunakan, termasuk teknologi keselamatan dan kenyamanan.
Perubahan aliran sungai membuat Pantai Baron Gunungkidul punya wajah baru dan menarik wisatawan. Pemkab meminta kawasan tetap bersih dan tertib.
Fajar/Fikri tetap di peringkat 2 dunia ranking BWF per 25 Agustus 2026. Sabar/Reza juga masuk 10 besar di posisi ketujuh.
Aplikasi iPhone tidak muncul di Home Screen atau Search? Simak cara menemukan aplikasi tersembunyi di iOS 18 melalui Settings dan App Library.