Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melaunching Gerakan Keluarga Bebas Asap Rokok atau GAS BRO yang digagas Dinas Kesehatan Sleman di Hotel The Rich Jogja, Selasa (31/5/2022). Peresmian GAS BRO dilakukan dalam rangka Kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2022. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN– Sleman menyiagakan layanan emergency atau gawat darurat selama lebaran di sejumlah fasiltas kesehatan. Di samping itu masyakarat juga bisa menghubungi nomor emergency yang ada bila mengalami kasus darurat.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menegaskan untuk kesiapsiagaan layanan kesehatan di Sleman, sejumlah fasilitas kesehatan akan beroperasi 19-25 April selama di 24 jam. Baik itu rumah sakit daerah maupun rumah sakit umum lainnya.
"Sehingga terkait dengan pelayanan kesehatan ini tidak ada perubahan dan masyarakat kalau ingin melakukan apapun terkait kesehatan ini tetap kita layani," terangnya dikutip pada Jumat (14/4/203).
Danang telah mengimbau kepada rumah sakit untuk tetap menyiapkan sumber daya kesehatannya. Seperti dokter spesialis maupun tenaga perawatnya untuk tetap berjaga. "Termasuk nanti juga kita tetap menyiapkan rumah sakit persalinan ibu dan juga perawatan anak," ujarnya.
Rumah sakit PONEK di Sleman di antaranya meliputi RSUP Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RSU Sakinah Idaman dan Muhammadiyah Gamping diminta Pemkab Sleman stan by 24 jam selama lebaran. Juga termasuk tenaga kesehatan bidann maupun dokter spesialisnya. "Sehingga untuk libur lebaran ini, untuk rumah sakit persalinan tidak ada libur," tuturnya.
Di sisi lain perihal layanan Puskemas, Danang meminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan sumber dayanya pelayanan kesehatannya 19-25 April nanti. Untuk Puskesmas rawat inap 24 jam hanya akan buka pukul 07.30 WIB sampai pukul 20.00 WIB pada tanggal tersebut.
"Untuk emergency kita menyiapkan juga di call center lewat Sleman Emergency Service di nomor 0274 860 9000 atau 0811 2668 900 apabila terjadi nanti hal-hal emergency dan memerlukan pelayanan," jelasnya.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Seruni Angreni Susila menjelaskan dinas memiliki Unit Sleman Emergency System di mana masyarakat bisa menghuni unit ini 24 jam selama lebaran. Petugas akan mendatangi kasus-kasus yang bersifat darurat sepeti kecelakaan maupun serangan jantung hingga stroke yang terjadi di rumah akan tetapi warga tidak memiliki kendaraan untuk mengakses ke rumah sakit.
"Kami memiliki jejaring dengan semua puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sleman sehingga warga yang mengalami kasus emergency di luar jam pelayanan resmi rumah sakit dan puskemas bisa menghubungi nomor tadi untuk nanti didatangi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.