UMY Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, Pilih Skema Akademik
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
687 lulusan SMK Kesehatan DIY resmi disumpah di Sleman dan siap terjun ke dunia kerja medis dengan bekal kompetensi dan etika profesi. /Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 687 lulusan dari 19 SMK Kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mengikuti Sumpah Bersama Tenaga Penunjang Kesehatan Tahun 2026 di Sleman, Senin (11/5/2026). Prosesi ini menjadi tahapan penting sebelum para lulusan memasuki dunia kerja sektor kesehatan dengan bekal etika profesi dan kompetensi layanan medis.
Para peserta sumpah berasal dari sejumlah bidang keahlian kesehatan, terdiri atas 355 lulusan keperawatan, 303 tenaga kefarmasian, 14 tenaga laboratorium medik, serta 15 perawat sosial. Kehadiran ratusan calon tenaga kesehatan muda ini diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas medis.
Koordinator MKKS Bidang Kesehatan DIY, Ch Ari Widiastuti, mengatakan pengambilan sumpah bukan sekadar agenda seremonial kelulusan. Menurutnya, momen tersebut menjadi bentuk komitmen moral para lulusan sebelum menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Sumpah bersama ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal pengabdian para tenaga penunjang untuk bekerja secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat,” ungkap Ari.
Ia menambahkan, para lulusan diharapkan mampu menjaga integritas profesi sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang mengedepankan empati dan tanggung jawab sosial di tengah kebutuhan layanan medis yang terus berkembang.
Dalam kegiatan tersebut juga ditegaskan bahwa lulusan SMK Kesehatan tetap memiliki legitimasi profesi meskipun nomenklatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menggunakan istilah Tenaga Penunjang Kesehatan. Para lulusan tetap menyandang gelar Astakes atau Asisten Tenaga Kesehatan.
Wakil Ketua DPP Patkesindo, Rifky Fadilah, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Patkesindo, menjelaskan legalitas profesi lulusan SMK Kesehatan masih diakui melalui Permenkes Nomor 80 Tahun 2016 yang tetap berlaku sebagai dasar hukum kompetensi tenaga kesehatan tingkat menengah.
"Gelar kalian adalah Asisten Tenaga Kesehatan. Karena kalian sudah melalui serangkaian ujian akhir di sekolah dan telah menyelesaikan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) dengan hasil kompeten," ujar Rifky di hadapan peserta sumpah.
Rifky juga menyoroti pentingnya Sertifikat Kompetensi (Serkom) sebagai syarat utama memasuki dunia kerja kesehatan. Menurutnya, dokumen tersebut kini menggantikan fungsi Surat Tanda Registrasi (STR) bagi asisten tenaga kesehatan dan berlaku selama tiga tahun sebelum wajib diperpanjang melalui resertifikasi organisasi profesi.
Ia meminta para lulusan SMK Kesehatan DIY tidak merasa minder saat bersaing di dunia industri kesehatan karena lulusan SMK dinilai memiliki keterampilan teknis yang siap diterapkan di lapangan, baik di rumah sakit, apotek, laboratorium medik, maupun layanan kesehatan lainnya.
“Jangan pernah merasa rendah diri hanya karena kalian lulusan SMK ya. Justru tunjukkan bahwa lulusan SMK Kesehatan adalah pribadi yang terampil, disiplin, tangguh, dan siap bekerja. Terus belajar, tingkatkan kompetensi, jangan cepat puas, dan jangan takut bermimpi besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK DIY, Wiwik Indriyani, menyebut budaya profesionalisme menjadi ciri khas pendidikan SMK Kesehatan dibanding bidang keahlian lain. Menurutnya, penguatan etika profesi sudah diberikan kepada siswa bahkan sebelum mereka resmi dinyatakan lulus.
"Budaya profesionalisme sudah ditanamkan bahkan sebelum mereka menerima ijazah kelulusan," ujarnya.
Kegiatan Sumpah Bersama Tenaga Penunjang Kesehatan 2026 tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan DIY serta sejumlah organisasi profesi, seperti IVFI, APMFI, dan PERSEMKI. Selain itu, mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) sektor layanan kesehatan juga hadir untuk membuka peluang penyerapan tenaga kerja lulusan SMK Kesehatan DIY di berbagai fasilitas pelayanan medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.