Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara Harus Diselamatkan
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.
Ilustrasi cek kesehatan./freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, meminta petugas kesehatan Puskesmas untuk mendatangi sekolah sekolah guna melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa.
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto di Bantul, Selasa, mengatakan, terkait dengan akselerasi pemeriksaan CKG bagi anak sekolah di Bantul, pihaknya sudah diundang instansi terkait untuk melakukan koordinasi bagaimana teknis layanan kesehatan itu.
"Untuk CKG bagi anak sekolah kita baru diundang koordinasi saja. Nanti, kelihatannya petugas puskesmas yang datang ke sekolah, kalau kami mengusulkan puskesmas yang datang, kalau anak-anak sekolah yang ke sana repot banget," katanya.
BACA JUGA: Ada Penolakan, Transmigran Bantul Batal Berangkat ke Kalimantan Tengah
"Intinya kita siap karena kita kan sasaran pemeriksaan kesehatan adalah murid murid kita, sehingga nanti apapun skenario seperti apa nanti kita ikut dari skenario dari Dinkes," katanya.
Nugroho mengatakan, sasaran dari CKG bagi anak sekolah kemungkinan besar menyasar siswa baru atau mereka yang baru diterima pada tahun anggaran 2025/2026. Langkah tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sejak dini.
"Untuk mengetahui tingkat kesehatan murid, karena kadang kadang kan murid itu tidak mengetahui kondisi tubuhnya seperti apa, sehingga ketika kita mengetahui sejak dini harapannya sehat," katanya.
Akan tetapi, dia menambahkan ketika ada sesuatu atau masalah kesehatan anak yang perlu diperhatikan lebih lanjut, makasih bisa segera dilakukan pemeriksaan lanjutan ke puskesmas maupun ke rumah sakit agar bisa segera dilakukan pengobatan.
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam mengetahui kondisi kesehatan siswa sekolah selama ini juga sudah dilakukan melalui sekolah yang sudah ada kerja sama dengan puskesmas setempat, meski belum semua sekolah menerapkan hal itu.
"Kadang sudah ada kerja sama dari sekolah dengan puskesmas setempat, termasuk pemberian pemberian vitamin A itu kan sudah rutin. Kalau obat cacing dan lain sebagainya yang mengetahui langsung dari Dinkes, kalau dulu iya, tapi sekarang belum cek lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.