Ubur-Ubur Menghilang dari Pantai Gunungkidul, Wisatawan Tetap Waspada
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Petugas kepolisian saat memasang garis polisi di sekitar atap bangunan sekolah di SD Muhammadiyah Bogor, Playen yang ambrol, Selasa (8/11/2022). - dok/Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul–Kejaksaan Negeri Gunungkidul memastikan kasus atap sekolah ambruk di SD Muhammadiyah Bogor, Playen telah memiliki kekuatan hukum tetap. Terpidana berinsial TA dan BK telah dieksekusi guna menjalani hukuman penjara selama 14 bulan.
Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Gunungkidul, Nuraisya Rachmaratri mengatakan kasus atap sekolah ambruk di SDM Bogor Playen telah selesai. Menurutnya, vonis untuk terdakwa TA dan BK juga telah dibacakan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Wonosari.
“Saya agak lupa, tapi vonis sudah dijatuhkan sebelum libur Lebaran. Masing-masing terdakwa divonid bersalah dan harus menjalani hukuman selama 14 bulan penjara,” kata Yaya, sapaan akrabnya, Rabu (26/4/2023).
Dia menjelaskan, pascaputusan vonis, baik jaksa penuntut umum maupun terdakwa diberikan kesempatan mengajukan banding. Meski demikian, kedua belah pihak telah menerima putusan tersebut sehingga dilanjutkan dengan eksekusi guna menjalani hukuman sesuai dengan perintah dari pengadilan.
“Awalnya kami pikir-pikir, tapi diputuskan menerima keputusan tersebut,” katanya.
Yaya menungkapkan, keputusan menerima hasil vonis karena hukuman yang dijatuhkan sudah mencapai 2/3 dari tuntutan awal yang meminta terdakwa dihukum dua tahun penjara. “Jadi kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap dan dua terdakwa juga telah menjalani hukuman sesuai perintah dari pengadilan,” katanya.
Kasus atap sekolah ambruk di SDM Bogor terjadi pada 8 November 2022 lalu. Total ada 12 siswa menjadi korban, rinciannya 11 anak mengalami luka ringan dan seorang siswa meninggal dunia.
Pascakejadian tim dari Satreskrim Polres Gunungkidul langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti. Selain itu, juga meminta keterangan para saksi serta saksi ahli didatangkan untuk pengungkapan.
“Hasil dari penyelidikan maraton menetapkan dua tersangka dalam kasus ini,” kata Kepala Seksi Pidana Umum, Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Akbar Ramadhan.
Ia menegaskan, tugas penyidik kepolisian dalam kasus atap sekolah ambruk di SDM Bogor yang menyebabkan satu korban meninggal dunia telah selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. Toyota menyumbang 353.778 unit atau 41,2 persen.