Bantul Tambah 484 Lampu Jalan Baru, Prioritaskan Titik Rawan
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Ilustrasi Covid-19 - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Fasilitas kesehatan di wilayah Bantul sudah bersiap menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Lebaran. Kunjungan wisatawan yang meningkat disinyalir berdampak pada peningkatan kasus Covid-19 sehingga sejumlah fasilitas kesehatan kembali disiapkan.
Direktur Utama Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS) Bantul Atthobari mengatakan, pihaknya telah menerima arahan dari Kementerian Kesehatan RI agar menyiapkan antisipasi jika sewaktu-waktu kasus Covid-19 melonjak setelah libur Lebaran. Rumah sakit itu disebutnya telah menyiapkan 30 persen dari total kapasitas kamar tidur rumah sakit.
"Ada sekitar 50 tempat tidur yang kami siapkan untuk penanganan pasien Covid-19 kalau sewaktu-waktu melonjak," katanya Jumat (28/4/2023).
Atthobari menjelaskan, bangsal yang digunakan di RSPS itu yakni bangsal Bima dan bangsal Baladewa. Pihaknya pun siap menambah jumlah bangsal untuk perawatan pasien Covid-19 apabila kasus benar-benar meroket di Bumi Projotamansari.
"Selain di dua bangsal tersebut, kami juga akan siapkan tempat tidur tambahan apabila kasus Covid-19 benar-benar melonjak," ujarnya.
Sementara itu, setelah libur Lebaran jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Bantul justru menurun dibandingkan beberapa waktu lalu. Sampai dengan Kamis (27/4/2023) kemarin total ada sebanyak tujuh kasus aktif dengan gejala ringan di wilayah itu.
"Menurun cukup signifikan memang. Mungkin disebabkan kekebalan tubuh masyarakat sudah terbentuk akibat vaksinasi Covid-19," ungkap pria yang disapa Oky ini.
Oky menyebut, jumlah kasus Covid-19 tertinggi tercatat terjadi pada tanggal 25 April 2023 lalu dengan jumlah 25 kasus aktif. Kemudian sehari setelahnya atau pada hari Rabu tanggal 26 April 2023, jumlah kasus aktif menurun menjadi 15 kasus kemudian pada Kamis 27 April berkurang kembali jadi tujuh kasus aktif.
"Rata-rata juga hanya nengalami kasus juga gejala ringan atau tidak perlu dirawat," ujar dia.
Meksipun ada penurunan kasus Covid-19 di Bantul, Oky menghimbau, agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau berkomorbid. Karena dapat meningkatkan fatalitas virus.
Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar jangan abai terhadap protokol kesehatan. Masyarakat maupun wistawan diminta tetap menggunakan masker ketika berada di kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, serta melaksanakan vaksinasi hingga tahap booster.
"Intinya Covid-19 sampai sekarang masih ada, kami minta agar masyarakat tetap waspada dan jangan lengah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dalam OTT Bupati Langkat terkait dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan dan Perkim.