26,8% Puskesmas Belum Punya Dokter Gigi, FKG UGM Dorong Beasiswa
Sebanyak 26,8% puskesmas belum memiliki dokter gigi. FKG UGM mendorong beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk mengatasinya.
Bupati Sleman,Kustini Sri Purnomo membuka dan melepas ribuan peserta Sleman Sembada Run di Sayegan pada Minggu (7/5/2023). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN–Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan KONI Sleman dan SMA Negeri 1 Seyegan menggelar Sleman Sembada Run pada Minggu (7/5/2023).
Ajang ini dijadikan wadah PASI Sleman sebagai untuk menjaring atlet-atlet lari berbakat di Kabupaten Sleman. Para peserta terdiri dari kalangan umum, pelajar SD, SMP hingga SMA. Ribuan peserta tadi berlari dengan rute mengitari sekitaran wilayah Kapanewon Seyegan. "Dalam gelaran kali ini setidaknya ada 1112 peserta yang berpartisipasi dalam Sleman Sembada Run," kata Ketua PASI Kabupaten Sleman, Aris Priyanto melalui rilisnya, Minggu (7/5/2023).
BACA JUGA: Ribuan KWT Pakem dan Turi Bekumpul di Kali Boyong, Ada Apa?
Ajang Sleman Sembada Run ini sebelumnya mandek dua edisi karena pandemi. Tahun ini jadi tahun perdana kegiatan serupa kembali digelar pasca pandemi. Aris berharap dukungan yang diberikan oleh KONI Sleman dan Pemkab Sleman bisa terus terjalin agar ajang semacam ini rutin digelar setiap tahunnya sehingga mampu menjaring para atlet lari berbakat.
"Kami berharap kegiatan ini bisa menghasilkan mutiara-mutiara baru yang bisa berlaga di tingkat internasional. Seperti Mutiata Oktarani, atlet Kabupaten Sleman yang sedang berlaga di Sea Games Kamboja," ungkapnya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang hadir kepada para peserta Sleman Sembada Run menilai bila semacam ini dapat menjadi wadah untuk memperoleh bibit-bibit atlet pada cabang olahraga lari. Melalui ajang sepeti ini ia berharap akan diperoleh atlet lari profesional yang dapat mewakili Kabupaten Sleman di tingkat nasional bahkan mewakili Indonesia di tingkat Internasional.
BACA JUGA: Siapa Sosok Cawapres Ganjar? Begini Kata Adian Napitupulu
"Saya mendukung acara ini dalam upaya mencari bibit bibit atlet unggul untuk menjadi atlet yang berprestasi," ungkapnya.
Di sisi lain, tidak hanya pada ajang semacam ini saja, Kustini mengajak masyarakat untuk berolahraga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Menurutnya masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas jogging track yang telah dibangun Pemkab Sleman di beberapa Kapanewon untuk menjadi sarana masyarakat untuk berolahraga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 26,8% puskesmas belum memiliki dokter gigi. FKG UGM mendorong beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk mengatasinya.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
BNPB mencatat 1.514 bencana terjadi hingga 17 Agustus 2026. Sebanyak 3,7 juta warga terdampak dan 24.883 rumah rusak.
Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sektor pertanian terus menjadi fokus bagi pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi
Mengenal sejarah Gedung Agung Jogja, dari era kolonial Belanda hingga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat agenda kenegaraan.